Sambangi Pasar Kliwon, Hartopo Sebut Prokes di Pasar Tradisional Sudah Bagus

BETANEWS.ID, KUDUS – Bupati Kudus HM Hartopo bersama Forkopimda melakukan pantauan di pasar tradisional terkait dengan penerapan protokol kesehatan dan mengecek harga barang pokok.

Ketika meninjau kondisi di Pasar Kliwon, Hartopo menyebut jika pembeli maupun pedagang sudah patuh proktokol kesehatan.

“Semua tertib prokes. Tadi ada yang berkerumun, kita urai. Kalau tadi ada yang tidak pakai masker, kita berikan masker. Ini sifatnya pembinaan, ” kata Hartopo, Kamis (6/5/2021).

-Advertisement-
Bupati Kudus HM Hartopo saat melakukan pantauan di Pasar Kliwon. Foto: Nila Rustiyani

Baca juga : Sidak Sejumlah Pasar di Kudus, Hartopo: ‘Pembeli yang Tak Pakai Masker Jangan Dilayani’

Kemudian terkait dengan sanksi penutupan pasar tradisional jika abai prokes seperti halnya pasar modern, Hartopo menyebut hal itu bisa saja diterapkan. Namun, ia sedikit memaklumi pasar tradisional, apabila tidak bisa seratus persen menjalankan prokes.

“Pada dasarnya kita ada tindakan. Tapi kalau pasar tradisiomal mungkin agak-agak kita maklumi. Tapi kalau pasar modern, memang harus bisa tertata dengan baik. Kan pasar tradisional pengunjungnya beda, kita juga harus tau kondisi sebenarnya, ” jelas Hartopo.

Pada kesempatan itu, Hartopo juga mengecek harga bahan makanan pokok di pasar. Ia menyebut jika hari ini belum ada kenaikan harga, namun dimungkinkan mulai besok sudah ada kenaikan harga, tapi tidak signifikan. Namun, untuk daging sudah mulai naik, sekitar Rp 10 ribu.

Di tengah jalan ketika pihaknya menyambangi satu per satu pedagang di Pasar Kliwon, ada seorang pedagang yang mengeluhkan udara panas di dalam pasar. Orang tersebut sambat ke Hartopo untuk dibuatkan ventilasi udara di lantai dua Blok A tersebut.

“Kalau soal ventilasi kita suruh untuk dinas perdagangan mengkaji. Permasalahannya, apakah kalau diberi ventilasi nanti tampias saat hujan atau tidak. Kalau perlu diberi hexofan biar hawa panas bisa keluar, ” katanya.

Baca juga: Temukan Pengunjung Berjubel Saat Sidak ke Mal, Hartopo: ‘Kalau Tak Dievaluasi, Saya Tutup’

Terkait hal ini, Kepala Dinas Perdagangan Sudiharti menyebut, untuk apa yang dikeluhkan salah satu pedagang, usulan tersebut akan ia tampung terlebih dahulu. Semuanya ditangguhkan dengan melihat anggaran yang ada.

“Kalau anggaran kita ada tetap kita laksanakan. Anggaran kita kan terbatas, jadi kita harus memprioritaskan yang paling urgent, ” kata perempuan yang sering disapa Etik tersebut.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER