BETANEWSS.ID, KUDUS – Siang itu beberapa orang terlihat menikmati hidangan di dalam rumah makan yang berada di tepi timur Jalan Kyai Mojo, sekitar 50 meter sebelum gapura masuk Desa Jepang Pakis, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Beberapa pengunjung lain terlihat sedang berswafoto di beberapa spot di dalam rumah makan. Tempat tersebut yakni Rumah Makan Warung Kudusan, restoran yang mengangkat konsep budaya Kudus.
Ali Imron (50) selaku pemilik dari Warung Kudusan menuturkan, rumah makan miliknya itu buka sejak 2017. Dulunya tempat tersebut merupakan galery yang memajang aneka karya furnitur ukir khas Kudus. Berawal dari itu, dia kemudian terinspirasi membuat restoran yang di dalamnya terdapat bangunan serta barang khas Kota Kretek.

“Dengan mengusung konsep bangunan budaya khas Kudus. Saya ingin para pengunjung datang ke Warung Kudusan, selain bisa menikmati aneka sajian, juga bisa beredukasi wawasan peninggalan sejarah bangunan di Kudus,” ujar pria yang akrab disapa Ali kepada Betanews.id, Kamis (27/8/2020).
Baca juga: Gentong Sehat, Resto Nuansa Tradisional yang Suguhkan Makanan Organik
Warga Desa Megawon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus itu mengatakan, di Warung Kudusan banyak terdapat bangunan dan benda khas Kudus, yang mungkin tidak ditemui restoran maupun di tempat lain. Salah satunya adalah pendapa khas Kudus. Di Warung Kudusan ada dua pendapa, yakni pendapa utama besar, tanpa dinding, di dalamnya disediakan meja dan kursi kayu jati untuk para pengunjung untuk menikmati aneka sajian.
Sedangkan pendapa lainnya ukuran lebih kecil, bangunannya panggung, serta berdinding kayu jati. Pendapa tersebut bernama pendapa inggil khas Kudus. Di ruang pendapa inggil Warung Kudusan sudah dilengkapi air conditioner (AC). Di dalamnya juga terdapat gebyok ukir tiga dimensi khas Kudus. Serta aneka pernak-pernik ukiran.
Selain itu, tambahnya, di Warung Kudusan juga terdapat rumah adat Kudus. Kata dia, Warung Kudusan adalah restoran satu-satunya yang ada rumah adat asli Kudus. Di dalam rumah adat Kudus di Warung Kudusan bisa digunakan untuk meeting room, acara keluarga, dan lain sebagainya.
“Ruangannya juga sudah dilengkapi (AC). Serta di dalamnya banyak terdapat hiasan-hiasan khas Kudusan,” ungkapnya.
Baca juga: Mountain Lake Resto Tawarkan Sensasi Kemah dan Kulineran di Tengah Hutan
Pria yang sudah dikaruniai empat anak itu mengungkapkan, selain bangunan khas, di Warung Kudusan juga terdapat barang khas Kudus. Di antaranya, gerobak sapi maupun gerobak krangkeng khas Kota Kretek. Gerobak krangkeng khas Kudus tuturnya, sudah langka dan kemungkinan yang masih ada hanya di Warung Kudusan.
“Semua bangunan dan benda khas Kudus tersebut, bisa dibeli atau dipesan. Sebab selain usaha resto saya juga punya usaha produksi aneka furnitur ukiran khas Kudusan,” jelasnya.
Dia menuturkan, di Warung Kudusan nuansanya juga sangat asri. Suasana klasik sangat terasa, serta semua sudut dan tempat di Warung Kudusan juga cocok dijadikan spot foto yang menarik, dan semuanya instagramable banget.
“Kami juga menyediakan baju adat Kudus lengkap dengan aksesorinya. Serta baju Jawa kuno juga ada. Bisa disewa dengan harga mulai Rp 15 ribu sampai Rp 30 ribu per setel,” bebernya.
Baca juga: Kedai Dede Tawarkan Menu Sehat Tanpa MSG
Sedangkan menu yang disajikan, tuturnya, juga sangat khas yakni aneka olahan ikan gabus, belut, iga, tongseng, paket gongso ayam, ayam kremes, ayam geprek, dan masih banyak lagi menu pilihan lainnya. Minumannya ada wedang sehat raga, aneka es dan jus, serta ada kopi robusta Muria.
Di Warung Kudusan itu selain bisa menikmati aneka makan dan minum juga bisa berwisata budaya bangunan khas Kudus. Warung Kudusan juga bisa dipesan untuk pesta pernikahan. Bisa juga dijadikan tempat prewedding.
“Untuk acara prewedding kami tidak pungut biaya, syaratnya hanya orang tersebut order makan minimal Rp 150 ribu,” tukas Ali.
Editor: Ahmad Muhlisin


Wah, mantap rekomendasinya. Tapi buat kamu yang males keluar rumah bisa pesan nasi kotak