BETANEWS.ID, KUDUS – Vina (38) terlihat begitu telaten menakar bubuk kopi dan gula untuk dijadikan minuman yang dipesan banyak pembeli di warungnya. Meski terik matahari kiat menyengat, kopi tetap jadi menu andalan yang diminati pengunjung ketimbang es atau minuman lain.
Warung berdinding batu bata putih itu memang sudah jadi primadona di Wanawisata Gardu Pandang Ternadi, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Mengingat, warung tersebut jadi saksi bisu perjalanan destinasi wisata hits yang dirintis 2017 lalu.

Vina mengatakan, sajian kopi yang diolah sendiri itu memang banyak digandrungi pengunjung. Apalagi, bahan utama kopinya diambil dari perkebunan di Lereng Gunung Muria, tepatnya di sekitar Desa Ternadi. Sehingga, sajian kopinya sangat khas dan spesial.
“Ini secara pengolahan manual. Saya olah sendiri. Tidak memakai alat modern. Terus mengolahnya penuh dengan cinta dan kasih sayang. Makanya namanya Kopi Cinta Bunda Vina,” ungkap istri salah satu perintis Wisata Ternadi, Keju (40) itu, Sabtu (27/6/2020).
Baca juga: Dibuka Kembali, Wisata Ternadi yang Suguhkan Indahnya Alam Muria Ramai Pengunjung
Wanita berjilbab itu melanjutkan, yang menjadikan kopi ini patut dicicip adalah rasanya yang khas dibanding kopi lain. Cara mengaduknya pun berbeda. Vina lantas memberikan contoh cara mengaduk kopi di warungnya. Yaitu dengan cara perlahan dan penuh perasaan.
“Harganya pun terjangkau. Hanya Rp 3 ribu untuk satu gelas,” beber dia.
Vina kemudian menceritakan awal mula pendirian warung. Warung yang awalnya berdinding anyaman bambu dan beratap terpal itu didirkan berbarengan dengan pembangunan gardu pandang pertama di kawasan tersebut. Saat wisata mulai rame, warung-warung kemudian banyak didirikan di Wisata Ternadi.
“Jadi warung ini berdiri bareng sama awal mula wisata ini mulai digagas. Karena kebetulan penggagasnya adalah suami saya, jadi ya saya juga menemani prosesnya. Kebetulan kami adalah petani, menggarap lahan milik Perhutani di sini. Terus ada gagasan itu dan mulai ramai. Akhirnya memutuskan membuka warung sampai sekarang,” kata Vina.
Baca juga: Pelanggan Sampai Antre Demi Mencicipi Rujak Es Krim Pak Yitno
Warung Bunda Vina selalu buka setiap hari saat Wanawisata Gardu Pandang juga buka. Yakni mulai pukul 06.00 sampai 17.00 WIB. Kecuali jika ada pengunjung yang berkemah. Maka dia akan buka malam hari untuk menemani para pengunjung yang naik dan membuka tenda di sekitar area wisata.
“Selain menjual menu andalan Kopi Cinta, kalau makanan saya menyediakan ayam geprek sama pecel pakis. Tapi untuk pecel pakisnya cuma ada di hari Sabtu-Minggu. Karena ambil pakisnya yang susah. Di hutan sana,” pungkas Vina.
Editor: Ahmad Muhlisin

