Laris Manis, Mie Ayam dan Bakso Pak Dhe Wonogiri Laku Ratusan Porsi Sehari

Sebuah warung di seberang Jalan Sentot Prawirodirjo, Getas Pejaten, Jati, Kudus terlihat selalu ramai pembeli. Warung tersebut tak lain adalah Mie Ayam dan Bakso Pak Dhe Wonogiri, milik Riki Noor Setiyawan (27).

Di tengah kesibukannya, pria asli Wonogiri yang akrab disapa Riki itu sudi berbagi cerita tentang warungnya. Ia menjelaskan, bahwa warungnya sudah dirintis sejak tahun 2018.

Riki mengaku, awalnya ia memulai bisnis ini bersama sang ayah. Dan inspirasi itu datang semenjak ayahnya bekerja di tempat pembuatan bakso. Dari sana, ia mempelajari seni mengolah bahan-bahan segar menjadi mie dan bakso.

-Advertisement-

Baca juga: Kisah Sri, Penjual Tahu Uap yang Sukses Buka Tiga Cabang di Kudus

“Bakso kami buat sendiri dari daging sapi segar. Dagingnya digiling di pasar, lalu diolah di warung. Untuk mie, kami juga meraciknya dengan rempah-rempah yang menjadi ciri khas kami,” ungkap Riki.

Tak heran, sajian andalan seperti Mie Yamin dan Mie Bakso selalu menjadi incaran para pelanggan. Dengan harga yang ramah di kantong, mulai dari Rp10.000 untuk mie ayam dan Rp15.000 untuk mie bakso, warung ini mampu menjual hingga 250 porsi setiap hari.

Jika dibandingkan dengan mie ayam dan bakso lain, Riki yakin bahwa cita rasa rempah-rempah yang ia gunakan menjadi pembeda utama.

“Saya sudah keliling mencoba banyak tempat, tapi menurut saya, rasa kami punya keunikan tersendiri,” ujarnya saat ditemui beberapa waktu lalu.

Bukan hanya masyarakat Kudus yang menjadi pelanggan setia warung Riki. Pembeli dari luar kota seperti Jepara dan Pati juga kerap mampir untuk menikmati hidangan khas Wonogiri itu.

“Saya belajar resep dari bapak, dan kami mulai merintis usaha ini di sini. Awalnya cukup sulit untuk mempromosikan warung dan menarik pelanggan, tapi lama-lama mulai banyak yang datang,” ungkapnya.

Baca juga: Berkat Bumbu yang Khas, Bakso Bakar Akbar Tak Pernah Sepi Pembeli

Meski punya banyak pelanggan, warung yang buka setiap hari mulai pukul 10.30 hingga 22.00 itu belum memiliki cabang. Tapi Riki memiliki harapan besar untuk bisa memperluas pasar Mie Ayam & Bakso Pak Dhe Wonogiri.

“Semoga ke depan bisa buka cabang di tempat lain, supaya lebih banyak orang yang bisa menikmati mie ayam dan bakso ini,” tambahnya.

Penulis: Vita Verliana, Mahasiswa Magang PBSI UMK

Editor: Ahmad Rosyidi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER