BETANEWS.ID, KUDUS – Di sebuah kedai mungil berwarna cokelat dan merah muda bertuliskan Es Coklat Goceng, Elisa Fadila Rahayu (33) tampak cekatan meracik pesanan. Dengan tangan terampil, ia menuangkan bubuk cokelat ke dalam cup, menambahkan air, lalu mencampurnya menggunakan blender hingga menghasilkan es coklat yang siap dinikmati.
Berlokasi di Jalan Kudus-Jepara, Desa Prambatan Lor, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, kedai ini telah berjalan sekitar tujuh bulan. Perempuan yang akrab disapa Elisa itu tak hanya seorang pebisnis, tetapi juga seorang guru TK. Ia memulai usaha ini sebagai pekerjaan sampingan, memanfaatkan pengalaman bekerja di kedai es coklat saat masih kuliah.
“Sudah lama ingin buka usaha ini, tapi dulu terkendala tempat. Kebetulan, ada tempat milik bapak yang sudah lama tidak digunakan, jadi saya pakai untuk jualan Es Coklat Goceng,” ungkapnya saat ditemui beberapa waktu lalu.
Baca juga: Bakso Tumpeng di Kedai Bakso Tuman Selalu Jadi Incaran Pembeli, Segini Harganya
Tak hanya es coklat, kedai ini juga menawarkan es teh khas Solo yang tak kalah menyegarkan. Es coklat yang dijual pun memiliki berbagai varian rasa, seperti coklat klasik, pinkberry, almond choco, taro, sweet choco, banana, red velvet, hingga matcha. Dari semua varian, es coklat klasik menjadi favorit pelanggan.
“Varian rasa di sini banyak, dan bisa ditambah topping pilihan seperti cheese, crunch, atau kombinasi keduanya,” jelasnya.
Harga yang ditawarkan sangat ramah di kantong, mulai dari Rp5.000 hingga Rp10.000 untuk es coklat, sedangkan es teh Solo dibanderol hanya Rp3.000. Dalam sehari, Elisa bisa meraup omzet sekitar Rp500.000, meskipun sedikit menurun di musim hujan.
Baca juga: Porsinya Bikin Puas, Kedai Cak Gustie Jadi Favorit Mahasiswa UMK
“Sehari bisa menghabiskan 25 batang coklat dan sekitar 20 cup teh. Kedai kami juga bisa dipesan lewat Gojek dengan nama Coklat Goceng,” ujarnya.
Ke depan, Elisa berharap bisa mengembangkan usahanya lebih besar.
“Kalau ramai, saya ingin menjadikan tempat ini seperti kafe dan membuka cabang baru di dekat SMA 1 Kudus,” tambahnya.
Penulis: Fiska Aditia, Mahasiswa Magang PBSI UMK
Editor: Ahmad Rosyidi

