BETANEWS.ID, KUDUS – Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus menjalin kerjasama dengan tujuh rumah sakit untuk mengatasi stunting dengan program Pangan Olahan untuk Keperluan Medis Khusus (PKMK).
Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Nuryanto mengatakan, PKMK merupakan program pemberian susu formula atau bubur dengan nilai gizi tinggi kepada anak stunting.
Baca Juga: Pemkab Kudus Berkomitmen Turunkan Angka Kemiskinan Ekstrem
”Ketika ada temuan balita atau anak mengalami stunting, maka akan dirujuk ke rumah sakit untuk diberikan program PKMK,” katanya, Kamis (29/8/2024).
Nuryanto menambahkan, ada tujuh rumah sakit yang telah menjalin kerjasama, yaitu RSUD Loekmono Hadi, RS Nurussyifa, RS Aisyiyah, RS Mardirahayu, RS Sarkies, RSI Sunan Kudus, dan RS Kumala Siwi.
”Kerjasama sudah kami lakukan per bulan Mei 2024. Kami memang berkomitmen untuk mengobati stunting. Pada tahun lalu sudah ada dua rumah sakit yang menjadi pilot project,” sambungnya.
Dua rumah sakit itu yakni RS Mardirahayu dan RSUD Loekmono Hadi. Kemudian di tahun ini bertambah lima rumah sakit lagi sehingga total ada tujuh rumah sakit.
”Program ini positif memulihkan balita dan anak yang awalnya stunting menjadi tidak lagi stunting. Efektivitasnya sebanyak 40 persen. Banyak balita maupun anak yang awalnya stunting menjadi tidak lagi stunting,” terangnya.
Pemberian menu PKMK itu berupa susu formula. Ia menyampaikan, anak dan balita dapat sembuh dalam kurun waktu satu hingga dua bulan.
”Biasanya ditandai dengan adanya peningkatan berat badan dan tinggi badan,” ujarnya.
Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus juga telah memfasilitasi ibu hamil lewat program Rumah Bintangku. Program itu merupakan program yang berada di Desa Jati Wetan.
”Kami memberikan ruang konsultasi juga untuk pencegahan dan pengobatan stunting. Di Rumah Bintangku ini ada dokter spesialis anak, psikolog, ahli wicara, dan ahli gizi,” imbuhnya.
Baca Juga: Lakukan Perawatan Berkala, Bulog Kudus Jamin Stok Beras Aman
Selain PMKM, upaya lain juga dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus seperti, memberikan edukasi terkait stunting. Selain itu juga rutin berkunjung ke rumah yang terdapat anak stunting.
”Kami juga mengunjungi berbagai rumah yang terdapat anak stunting,” imbuhnya.
Editor: Haikal Rosyada

