Cerita kemashuran dan magnet makam Al Habib Abubakar ini juga dikisahkan oleh Supri. Sopir bus pariwisata dari Kabupaten Wonosobo ini mengungkapkan bahwa dirinya juga sering mendapatkan tugas untuk mengantarkan rombongan ziarah ke Pulau Panjang.
“Biasanya saya drop rombongan di Pantai Kartini atau Pantai Bandengan. Kadang satu bus kadang juga dua bus. Rata-rata dari Jawa Timur,” katanya.
Rute menuju ke Pulau Panjang tidaklah susah. Perjalanan darat bisa ditempuh dengan tujuan Pantai Kartini atau Pantai Bandengan ataur Tirta Samudera. Namun jarak paling dekat dari Pantai Kartini, hanya 2,5 kilometer. Setelah sampai Pantai Kartini, peziarah selanjutnya bisa menuju dermaga dan membeli tiket kapal menuju Pulau Panjang yang dilazani kapal-kapal berlabel Sapta Pesona. Harga tiketnya 20 ribu rupiah per orang dengan rute pulang pergi. Harga itu sudah termasuk asuransi.
Kapal-kapal berkapasitas penumpang 25 orang itu dioperasikan oleh tenaga-tenaga terlatih. Keselamatan penumpang juga sangat diperhatikan. Setiap penumpang diharuskan memakai pelampung yang disediakan di kapal. Perjalanan kapal dari Dermaga Pantai Kartini ini hanya ditempuh dalam waktu tidak lebih dari 15 menit.
Setelah sampai di Dermaga Pantai Kartini, peziarah akan langsung bertemu dengan pintu gerbang. Pada musim liburan, pengunjung Pulau Panjang dikenakan retribusi tiket masuk tujuh ribu rupiah per orang.
Selanjutnya dari pintu gerbang utama Pulau Panjang, pengunjung berjalan kaki menyusuri jalan setapak ke kiri. Sampai dengan jarak sekitar 300 meter sampailah di pintu utama makam Al Habib Abubakar.
Di kompleks makam tersebut terdapat masjid, tempat berwudlu, dan juga rumah juru kunci. Setelah berziarah, pengunjung bisa menikmati eksotisme Pulau Panjang.
Di kawasan itu juga banyak pedagang yang menyediakan makanan. Belakangan ini banyak pengunjung yang bermalam dengan mendirikan tenda di pinggir pantai.
Penulis: I’is Ri’ayati, Mahasiswa KPI, Unisnu Jepara
Editor: Ahmad Rosyidi

