Pimpinan Majelis Dzikir di Candi Prambanan Ternyata Punya Padepokan dan Ahli Pengobatan Alternatif 

BETANEWS.ID, JEPARA – Sebuah video yang memperlihatkan sekelompok orang melafazkan dzikir La Ilaha Illallah di area Candi Prambanan, Yogyakarta viral di media sosial. 

Dalam video berdurasi 22 detik dari akun Tiktok bernama @neveralOnely, tampak 11 orang dengan mengenakan kain sorban berbagai warna dan motif sebagai penutup kepala mengucapkan lafadz dzikir dengan suara cukup keras. 

Baca Juga: Viral Jamaah Dzikir di Candi Prambanan, Ternyata Ini Tujuannya 

-Advertisement-

Video itu kemudian menimbulkan beragam komentar dari warganet. Pimpinan majelis dzikir itu sendiri diketahui merupakan warga yang berdomisili di Desa Karangrandu, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara. 

Kamituwo Desa Karangrandu, Saman Abdul Kholiq mengatakan pimpinan majelis dzikir itu memang lahir di Desa Karangrandu. Akan tetapi, pada saat menikah, ia pindah domisili di Kabupaten Grobogan. 

Pimpinan majelis dzikir itu diketahui baru pindah kembali ke Desa Karangrandu sekitar tahun 2020 lalu. Dan sampai saat ini belum mengurus administrasi sebagai warga Desa Karangrandu. 

“Pindah di Karangrandu, kalau dihitung dari tahun ini kurang lebih lima tahun,” 

Saman melanjutkan, sejak pindah kembali ke Desa Karangrandu, pimpinan majelis dzikir itu diketahui memang mendirikan padepokan dzikir. 

Padepokan itu dulunya berlokasi di kediaman ibunya. Namun, karena majelis itu melakukan dzikir pada saat malam hari, setelah adzan Isya’ hingga dini hari, pimpinan itu kemudian mendirikan padepokan sendiri. 

Lokasinya menurut Saman tidak jauh, yaitu sekitar 150 km dari tempat awalnya. 

“Iya, pindah disini (Desa Karangrandu) punya padepokan. Aktivis disana yang saya dengar yang dibaca kalimat-kalimat thoyyibah (lafadz dzikir), istighotsah, dan kalau ada ritual yang lain saya tidak tahu,” jelasnya. 

Selain padepokan dzikir, Saman mengatakan pimpinan majelis dzikir itu juga menjadi ahli pengobatan alternatif dengan metode pengobatan menggunakan kalimat dzikir dan doa. 

“Iya, punya pengobatan alternatif dengan doa-doa. Tidak ada pakai minyak atau apa, murni pakai doa,” jelasnya. 

Baca Juga: Viral Jamaah Dzikir di Candi Prambanan, Pimpinannya Ternyata dari Jepara 

Jamaah majelis dzikir itu menurut Saman kebanyakan berasal dari luar Desa Karangrandu. Serta ada juga yang berasal dari luar Kabupaten Jepara. 

“Dari Jepara ada, dari luar Kota Jepara ada. Tapi kalau dari Desa Karangrandu sendiri malah jarang, tidak ada sepertinya. Jamaahnya, kurang lebih ada 30 orang waktu kemarin saya temui disana,” pungkasnya. 

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER