BETANEWS.ID, JEPARA – Sebuah video yang memperlihatkan sekelompok orang sedang melakukan dzikir dengan mengucapkan lafadz La ilaha illallah di area Candi Prambanan, Yogyakarta viral di media sosial.
Dalam video berdurasi 22 detik dari akun Tiktok bernama @neveralOnely, tampak 11 orang dengan mengenakan kain sorban berbagai warna dan motif sebagai penutup kepala mengucapkan lafadz dzikir dengan suara cukup keras. Video itu menimbulkan beragam komentar dari warganet.
Baca Juga: Viral Jamaah Dzikir di Candi Prambanan, Pimpinannya Ternyata dari Jepara
Pimpinan majelis dzikir itu diketahui merupakan warga yang berdomisili di Kabupaten Jepara, tepatnya di Desa Karangrandu, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara.
Kamituwo Desa Karangrandu, Saman Abdul Kholiq mengatakan pihak yang bersangkutan atau pimpinan majelis dzikir tersebut memang sudah lama berdomisili di Desa Karangrandu, yaitu sekitar tahun 2020.
Hanya saja, secara administrasi pimpinan majelis dzikir tersebut bukan warga Desa Karangrandu. Sehingga, pada saat video tersebut viral dan pihak terkait mengkonfirmasi terkait keberadaan pimpinan majelis dzikir itu, pihak desa sempat kesulitan.
“Pihak yang bersangkutan sebenarnya memang asli kelahiran Jepara, terus setelah menikah pindah ke daerah Grobogan, Purwodadi. Disana mungkin entah bagaimana, kurang tau akhirnya pindah ke Jepara. Tapi pindahnya belum resmi, belum mengurus surat pindah,” kata Saman saat ditemui di Balai Desa Karangrandu, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara, Selasa (6/1/2026).
Saman melanjutkan, dari hasil keterangan yang ia peroleh saat mengikuti dialog atau mediasi yang dilakukan oleh Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Jepara, rombongan dzikir itu sebenernya tidak hanya 11 orang.
Sebab mereka berangkat menggunakan dua buah travel. Sebelumnya pada Rabu, (24/12/2025) malam rombongan dzikir itu sempat pergi ke Pantai Parangtritis, Kabupaten Bantul, Yogyakarta.
Disana pimpinan majelis dzikir, itu menurut Saman mendapat bisikan gaib agar melakukan dzikir di kawasan Candi Prambanan.
“Setelah dari Parangtritis, dia (pimpinan majelis dzikir) katanya mendapat bisikan mistis, disuruh dzikir ke Candi Prambanan. Katanya untuk membebaskan Roro Jonggrang dari belenggu Bandung Bondowoso, jadi pengen mendoakan katanya,” ujar Saman.
Sehingga dari pengakuan pimpinan majelis dzikir itu, Saman mengatakan bahwa mereka tadinya tidak memiliki niat untuk mengganggu tempat peribadatan agama lain.
“Jadi mereka (sejak awal) istilahnya memamg tidak ada tendensi ingin mempercemar agama lain, atau bagaimana, itu tidak ada katanya. Tujuannya memang mau dzikir katanya, karena dapat bisikan mistis,” tambahnya.
Baca Juga: Dibuka Hingga Rabu Depan, Pemkab Jepara Lelang Puluhan Kendaraan Dinas
Meskipun video tersebut viral di media sosial, Saman melanjutkan keberadaan pimpinan majelis dzikir itu sampai saat ini tidak menimbulkan kegaduhan di masyarakat.
Sebab, pimpinan majelis dzikir itu menurut Saman memang sudah lama membuka padepokan dzikir serta pengobatan alternatif.
Editor: Haikal Rosyada

