Royal Pisang Kembung, Camilan Kekinian yang Populer di Pati

BETANEWS.ID, PATI – Gerimis sore itu mulai membasahi Jalan Kolonel Sunandar, Ngagul, Winong, Pati. Di teras Indomaret depan SMKN 3 Pati, sebuah booth kuning milik Royal Pisang Kembung terlihat mencolok. Aroma pisang goreng hangat dengan aneka topping menarik perhatian para pelajar dan warga yang melintas.

Di balik meja kedai, Asa (20) sedang sibuk melayani pesanan. Meski ramai, ia tetap melayani pelanggan dengan ramah.

Baca Juga: Mi Ayam di Pati Ini Cuma Rp5 Ribu Seporsi, Kisah di Baliknya Menyentuh Hati

-Advertisement-

“Alhamdulillah ramai terus, apalagi kalau cuaca mendukung,” ujarnya sambil menata topping di atas pisang yang baru digoreng.

Ia bercerita, bahwa usaha itu bermula dari percobaan membuat camilan di rumah. Camilan itu lalu dibagikan ke tetangga dan keluarga. Dukungan positif dari orang-orang yang mencoba, membuatnya memberanikan diri untuk membuka usaha.

“Awalnya iseng-iseng. Kita pakai tepung racikan sendiri biar hasilnya kembung dan renyah,” terangnya saat ditemui beberapa waktu lalu.

Asa mulai berjualan sejak awal 2025, dan Royal Pisang Kembung cepat mendapatkan pelanggan. Booth kuningnya kini menjadi salah satu pilihan kuliner ringan yang cukup populer, terutama bagi pelajar dan anak muda.

Keunikan produk ini terletak pada ukuran dan topping yang melimpah. Selain itu, tepung racikan sendiri membuat tekstur pisang menjadi kembung dan renyah.

“Konsepnya kan ‘royal’. Jadi ya topping-nya nggak pelit,” jelasnya.

Menu yang ditawarkan cukup beragam. Ada pilihan rasa seperti cokelat, taro, strawberry, dan matcha, dengan tambahan topping keju, oreo, dan varian lain. Dua menu yang paling banyak diminati adalah cokelat keju dan tiramisu keju.

“Itu kombinasi manis dan renyah, jadi banyak yang suka. Untuk bahan dasarnya itu tepung racikan sendiri, mentega, vanili, air, dan pisang nangka yang dipotong kecil lalu digoreng sekitar lima menit hingga kecokelatan,” tambah Asa.

Meski tampil menarik dengan topping yang banyak, harganya tetap terjangkau. Satu porsi ia jual mulai Rp12.000 hingga Rp15.000.

Baca Juga: Cilok Celup, Jajanan Baru yang Sedang Ngetren di Mayong Jepara

Gerai ini buka setiap hari pukul 11.00–21.00 WIB, kecuali hari Minggu. Dalam kondisi cuaca mendukung, Asa menyebut bisa menjual 20–30 porsi per hari.

“Semoga kualitas tetap terjaga, pelanggan makin loyal, dan ke depan bisa buka cabang,” katanya.

Penulis: Melly Andila Putri, Mahasiswa PPl PBSI UMK

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER