BETANEWS.ID, KUDUS – Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus tahun ini melaksanakan revitalisasi terhadap enam pasar tradisional. Program tersebut dijalankan untuk meningkatkan kualitas fasilitas sekaligus menata aktivitas perdagangan agar lebih tertib.
Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan (Disdag) Kudus, Agus Sumarsono, menyampaikan bahwa tiga pasar telah selesai dikerjakan. Ia memastikan seluruh pekerjaannya telah sesuai dengan perencanaan awal.
Baca Juga: Tak Sepakat Tarif Retribusi, Pedagang Sayur Bitingan WO saat Sosialisasi Relokasi ke Pasar Saerah
“Untuk Pasar Piji, Pasar Mijen, dan Pasar Hewan Gulang, progresnya sudah mencapai seratus persen. Sementara tiga pasar lainnya masih dalam tahap penyelesaian. Proses pengerjaannya terus dipantau agar tetap sesuai jadwal,” ujar Agus kepada Betanews.id, Kamis (27/11/2025).
Adapun tiga pasar yang masih belum kelar revitalisasinya, lanjut Agus, yakni Pasar Brayung, Pasar Babe (barang bekas) serta Pasar Baru. Pembangunan ketiga pasar tersebut progresnya masih sekira 30 persen.
“Di Pasar Brayung, revitalisasi fokus pada pekerjaan membuat akses jalan masuk Tujuannya supaya pembeli dan pedagang nyaman,” bebernya.
Kemudian Pasar Babe, menurutnya, revitalisasi pasar ini difokuskan pada pembangunan los bagi pedagang terdampak kebakaran. Konstruksi sederhana tetapi aman.
“Pasar Babe itu kami bangunkan los baru untuk mengganti tempat pedagang yang dulu terbakar. Konstruksinya sederhana tetapi aman digunakan,” jelas Agus.
Pasar Baru menjadi proyek yang digarap melalui APBD Perubahan 2025. Progresnya baru sekitar 15 persen karena baru memasuki tahap awal pembangunan.
“Pasar Baru ini fokusnya membuat pintu masuk dan akses jalan menuju area pasar agar alurnya lebih tertata,” paparnya.
Total anggaran revitalisasi enam pasar tersebut mencapai sekitar Rp1,8 miliar. Pembiayaan berasal dari APBD murni maupun APBD Perubahan, dengan Pasar Babe menjadi proyek terbesar bernilai sekitar Rp1,1 miliar.
“Kami memantau terus di lapangan supaya semua pekerjaan tidak melenceng dari target yang telah ditetapkan,” tegas Agus.
Pemerintah menargetkan seluruh revitalisasi selesai pada 25 Desember 2025. Proses pengawasan terus diperketat untuk memastikan pembangunan selesai sesuai target yang ditentukan.
Baca Juga: Ratusan Pedagang Sayur Pasar Bitingan Bakal Direlokasi ke Pasar Saerah Kudus, Begini Alasannya
“Kami masih optimis semuanya bisa selesai tepat waktu. Tak hanya target waktu, kami juga mengawasi kualitas bangunan agar tetap sesuai standart,” sebutnya.
Agus berharap seluruh revitalisasi dapat meningkatkan kenyamanan pedagang serta menarik lebih banyak pembeli. Ia menilai pasar yang lebih tertata akan membantu menggerakkan ekonomi lokal secara lebih optimal.
Editor: Haikal Rosyada

