31 C
Kudus
Kamis, Februari 12, 2026

Tak Sepakat Tarif Retribusi, Pedagang Sayur Bitingan WO saat Sosialisasi Relokasi ke Pasar Saerah

BETANEWS.ID, KUDUS – Puluhan pedagang sayur memilih walk out atau meninggalkan lokasi sosialisasi rencana relokasi dari Pasar Bitingan ke Pasar Saerah Kudus, Kamis (27/11/2025). Sosialisasi yang digelar di Pasar Saerah, Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati tersebut tak menemui titik temu terkait tarif retribusi.

Sosialisasi ini mempertemukan tiga pihak, Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, para pedagang sayur Pasar Bitingan dengan pihak Pasar Saerah.

Baca Juga: Ratusan Pedagang Sayur Pasar Bitingan Bakal Direlokasi ke Pasar Saerah Kudus, Begini Alasannya

-Advertisement-

Perwakilan pedadang sayur, Budi Harianto mengatakan, para pedagang sayur memilih meninggalkan acara sosialisasi karena belum sepakat dengan tarif retribusi yang ditawarkan oleh pihak Pasar Saerah. Menurutnya tarif retribusi kios sebesar Rp50 ribu dan Rp18 ribu untuk los per hari itu sangat memberatkan.

“Tarif yang ditawarkan tersebut terlalu mahal. Karena belum ada kejelasan dari Pihak Pasar Saerah dan Dinas Perdagangan apakah tarif tersebut bisa turun atau tidak, jadi kami memilih meninggalkan acara sosialisasi,” ujar Budi.

Pedagang yang berjulaan sayur di Pasar Bitingan sejak tahun 1991 tersebut menuturkan, bahwa tarif retribusi Pasar Bitingan kalau ditotal hanya Rp20 ribu per hari. Terdiri sewa Rp259 ribu per bulan, asumsi per hari itu Rp9 ribu. Kemudian ada retribusi bea Rp5 ribu per hari, serta parkir Rp5 ribu.

“Tarif tersebut untuk kios. Kalau lapak tentu tarifnya lebih murah lagi. Jika, kemudian kita direlokasi ke Pasar Saerah dengan tarif yang ditawarkan tersebut, tentu kita keberatan,” bebernya.

Selain itu, lanjut Budi, yang menjadi kecemasan para pedagang adalah ketika jadi pindah ke Pasar Saerah adalah tidak ada jaminan bahwa tarif yang disepakati nanti tidak naik di tahun-tahun yang akan datang. Pasalnya, Pasar Saerah ini milik swasta, sehingga keuntungan bakal jadi prioritas utama pengelola.

“Sedangkan kami di Pasar Bitingan, tarif Rp20 ribu per hari itu sejak dulu hingga sekarang. Makanya kami minta kejelasan. Kalau kami mintanya tarif retribusi sama dengan di Pasar Bitingan dan tidak ada kenaikan sampai kapanpun,” tandasnya.

Para pedagang, lanjutnya, juga meminta agar supaya pindah satu harus pindah semua. Sebab, pada sosialisasi yang disampaikan oleh Dinas Perdagangan Kudus yang dipindah hanya pedagang sayur yang berada di luar Pasar Bitingan.

“Pokoknya sepakat pertama itu tarif retribusi. Kedua, pindah satu pindah semua,” tandasnya.

Menanggapi walk outnya para pedagang, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Djati Solechah menganggap hal itu adalah biasa. Ia pun tak mempersoalkannya, karena itu bagian dari demokrasi.

“Tidak apa-apa, itu kan bagian dari demokrasi. Kita tidak bisa memaksakan. Sosialisasi ini kan memang untuk menyerap aspirasi dari para pedagang, agar ada titik temu dengan pihak Pasar Saerah maupun pemerintah daerah,” ujar Djati.

Dia mengatakan, rencana relokasi para pedagang ini menyikapi bakal dibangun dan perluasan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Loekmono Hadi di lahan eks Matahari. Sehingga para pedagang sayur malam perlu direlokasi.

“Data kami, total pedagang sayur malam di Pasar Bitingan itu ada 397 orang. Nanti, rencananya semua akan mampu tertampung di Pasar Saerah. Sebab, kapasitas pasar swasta itu ada 545 kios dan lapak,” jelasnya.

Sementara perwakilan Pasar Saerah Kudus yakni, Muhammad Faiz menganggap para pedagang belum mengetahu secara utuh dengan fasilutas retribusi yang ditawarkan. Menurutnya, tarif retribusi sebesar Rp50 ribu untuk kios dan Rp18 ribu untuk los per hari tersebut sudah termasuk listrik, keamanan, dan kebersihan.

Baca Juga: Enam Jabatan Kepala Dinas Pemkab Kudus Mulai Dilelang, Begini Syarat dan Ketentuannya

“Fasilitas tersebut bisa dipakai selama 24 jam. Jadi pedagang bisa berjualan siang dan malam. Tidak seperti di Pasar Bitingan yang hanya berjualan mulai pukul 22:00 – 07:00 WIB,” ujarnya.

Menanggapi permintaan para pedagang yang ingin tarif retribusi Pasar Saerah separuh dari harga yang ditawarkan, Faiz belum bisa berkomentar banyak. Usulan tersebut akan dikomunikasikan dengan pimpinan-pimpinan Pasar Saerah.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER