BETANEWS.ID, KUDUS – Pembangunan Gedung Perpustakaan Daerah Kabupaten Kudus terus dikebut. Gedung yang diproyeksikan jadi ikon literasi baru itu, progresnya mencapai 44 persen.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Kudus, Mutrikah, menilai capaian tersebut sebagai kabar baik. Sebab, kehadiran gedung baru ini bukan hanya sekadar infrastruktur, melainkan juga tonggak baru dalam gerakan literasi di Kota Kretek.
Baca Juga: Seluruh Warga 6 Desa di Kudus Lunas PBB-P2, Ada Desa Berugenjang
“Target pada pekan ini 43 persen, tetapi realisasinya bisa 44 persen. Artinya pembangunan berjalan baik dan tetap on schedule,” ungkapnya, Rabu (1/10/2025).
Menurut Mutrikah, Gedung Perpustakaan Daerah Kudus nantinya bakal hadir sebagai ruang publik yang representatif, lengkap, dan nyaman. Masyarakat tidak hanya akan disuguhi ruang baca, tetapi juga fasilitas penunjang lain.
“Bangunannya megah, fasilitasnya lengkap. Ada ruang baca anak-anak, ruang baca umum, multimedia mini teater, sampai arena bermain. Bisa dibilang, ini akan jadi perpustakaan paling lengkap pertama kali di Kudus,” jelasnya.
Dengan fasilitas tersebut, ia berharap masyarakat Kudus dari berbagai kalangan dapat lebih tertarik mengunjungi perpustakaan. Didukung dengan gedung yang modern dan nyaman, tentu diharapkan dapat mendongkrak literasi masyarakat semakin meningkat.
Baca Juga: Penambahan Kabel di Lahan Resto Garuda Dikeluhkan, Begini Tanggapan PLN
“Harapan kami, perpustakaan baru ini bisa mendorong minat baca masyarakat dan melahirkan budaya literasi yang lebih kuat,” imbuhnya.
Gedung Perpustakaan Daerah Kudus dirancang terdiri atas empat gedung. Anggaran pembangunannya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) pemerintah pusat senilai Rp10,65 miliar, dengan nilai kontrak Rp8,42 miliar. Proyek ini ditarget rampung pada 20 Desember 2025.
Editor: Haikal Rosyada

