BETANEWS.ID, JEPARA – Sebuah rumah milik Koniaton(63), pedagang tempe di Kelurahan Kauman RT 02 RW 03, Kecamatan/Kabupaten Jepara ludes terbakar.
Dari pantauan di lokasi, rumah tersebut berada di gang kecil dan termasuk dalam kawasan padat penduduk. Seluruh material rumah milik Koniatun tampak ludes terbakar dan hanya menyisakan material sisa kebakaran.
Baca Juga: Bekerja di Kamboja, Warga Jepara Diduga Jadi Korban Perdagangan Orang
Selain rumah milik Koniatun, terdapat dua rumah lainnya yang juga ikut terbakar. Satu rumah terbakar sebagian, sedangkan satu rumah lainnya hanya terbakar di area dapur.
Sub Kor Pemadam Kebakaran pada Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Jepara, M. Shof Chan mengatakan kebakaran tersebut dipicu akibat ledakan gas yang berada di dekat tungku tempat Koniatun merebus kedelai untuk membuat tempe.
Pada saat terjadi kebakaran, Koniatun tidak berada di rumah. Ia sedang berjualan di pasar. Luas area yang terdampak kebakaran yaitu sekitar 10×20 m2.
“Faktornya ini kelalaian, orang memasak membuat tempe terus ditinggal ke pasar, sehingga kemudian terjadi kebakaran,” katanya saat ditemui di Kantor Satpol PP dan Damkar Kabupaten Jepara, pada Rabu (10/9/2025).
Shof Chan mengatakan kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 08.09 WIB. Usai menerima informasi, sebanyak tiga unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi dengan tujuh orang petugas.
“Kerugian kurang lebih sekitar Rp100 juta di dua unit rumah tersebut,” sebutnya.
Sementara itu, Sumariyati (38), Tetangga Koniatun yang rumahnya ikut terbakar bercerita awalnya ia sedang mencuci baju tepat di area belakang rumah milik Koniatun yang pertama kali terbakar.
Melihat ada bunyi ledakan dan kobaran api yang membesar, Sumariyati kemudian berlari sambil menyelamatkan anak serta barang elektronik miliknya.
“Awalnya saya lagi nyuci, pas di belakang kompor. Terus tiba-tiba ada yang meledak dan apinya sudah mbulat-mbulat. Saya kira ada orang di dalam, ternyata tidak ada. Akhirnya saya lari, teriak-teriak, nyelametin anak sama TV,” tuturnya saat ditemui di kediamannya.
Akibat kebakaran tersebut, seluruh barang di area ruang tengah rumahnya ikut terbakar. Perlengkapan sekolah anaknya, seperti buku, seragam, sepatu ikut terbakar. Barang dagangan miliknya yang baru ia beli semalam juga ludes tanpa sisa.
Baca Juga: Sempat Dilarang, Izin Acara Hiburan di Jepara Mulai Melonggar
“Semua alat elektronik, alat service elektronik milik suami saya, seragam, sepatu anak saya, habis kebakar,” katanya.
Ia memperkirakan akibat kebakaran tersebut, kerugian yang ia alami sekitar Rp15-20 juta.
Editor: Haikal Rosyada

