31 C
Kudus
Rabu, Februari 11, 2026

Karnaval Budaya HUT ke-476 Kudus, Warisan Leluhur Dikemas Jadi Daya Tarik Wisata

BETANEWS.ID, KUDUS – Ribuan warga tumpah ruah mengikuti rangkaian karnaval budaya dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-476 Kabupaten Kudus, di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Sabtu (20/9/2025). Peserta baik dari sekolah maupun kecamatan menampilkan beragam potensi kearifan lokal yang ada di Kudus.

Penampilan peserta dinilai dalam dua katagori, yakni katagori tingkat pelajar dan katagori umum. Seperti halnya penampilan Ketek Rahtawu yang dibawakan oleh SMP 1 Gebog mendapat tepuk tangan dari penonton. 

Baca Juga: Muria Batik Kudus Berdayakan Disabilitas, Bahasa Tarzan Jadi Sarana Komunikasi

-Advertisement-

Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat yang hadir sekaligus mengajak masyarakat menjaga kebersihan serta menjadikan peringatan ini sebagai momentum memperkuat toleransi. Sebab tema HUT ke-476 Kudus adalah ‘Harmoni dalam Toleransi’.

“Semoga dengan semangat tahun ke-476 ini memberikan inspirasi, semangat inovasi, dan dengan tema korelasi, kita beda tapi tetap menjaga toleransi sesama umat beragama dan budaya. Semoga Kudus damai, aman, ekonomi lancar, dan masyarakat sejahtera,” katanya.

Bupati menambahkan, keberlangsungan acara tidak lepas dari dukungan semua pihak termasuk Forkopimda Kudus. Ia juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan masukan langsung kepada pemerintah.

“Apabila warga mempunyai unek-unek bisa disampaikan kepada kami, tidak usah grundel. Insyaallah kami akan menanggapi semua apa yang menjadi nasehat dan masukan,” ujarnya.

Sam’ani berharap karnaval budaya ini tidak hanya melestarikan warisan leluhur, tetapi juga memberi dampak ekonomi. Menurutnya, pemilihan waktu karnaval budaya di siang hari, agar memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi anak-anak.

“Warung dan UMKM laris semua, dan semua kegiatan ekonomi terus berjalan dengan baik. Tapi saya pesan jangan tinggalkan sampah, tinggalkanlah kenangan yang indah,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus, Mutrikah, menekankan bahwa karnaval ini mengangkat nilai toleransi yang diwariskan Sunan Kudus.

“Harmoni dalam toleransi jadi satu kebersamaan, di mana salah satu ajaran Sunan Kudus adalah menghargai agama lain dalam rangka menyatukan visi masyarakat Kudus terhadap berbagai budaya yang ada,” jelasnya.

Mutrikah menambahkan, selain memperkuat rasa persatuan, kegiatan ini juga diharapkan memperluas pengenalan potensi budaya Kudus sekaligus mendorong peningkatan kunjungan wisatawan.

Baca Juga: Teknologi RDF Rp4,5 M Segera Diterapkan di TPA Tanjungrejo Kudus, Segini Kapasitasnya

“Kegiatan ini dimaksudkan agar potensi budaya kearifan lokal Kudus lebih dikenal masyarakat luas, sehingga bisa berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Ia menuturkan, ada sebanyak 23 peserta karnaval yang memeriahkan acara. Ia mengaku, penampilan 23 peserta itu juga dinilai untuk memberikan apresiasi kepada peserta. 

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER