Banyak Job Dicancel Imbas Demo, Pekerja Seni di Jepara Berharap Situasi Segera Kondusif 

BETANEWS.ID, JEPARA – Aksi demontrasi yang terjadi di Kabupaten Jepara hingga berakhir pada pembakaran dan penjarahan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) pada Sabtu-Minggu, (30-31/8/2025) membuat pihak kepolisian tidak memberikan izin acara hiburan.  

Padahal sebelumnya banyak masyarakat Kabupaten Jepara yang sudah mempersiapkan untuk mengadakan acara hiburan. Karena tidak mendapat izin, acara yang sudah disiapkan kemudian dicancel sehingga berdampak pada hilangnya job atau pekerjaan bagi pekerja seni serta tim yang terlibat. 

Baca Juga: Pemkab Jepara Gandeng China Atasi Persolaan Sampah 

-Advertisement-

Salah satu pemain Campursari Jepara dari Sanggar Seni Sekar Gumelar, Didik Budi Santoso mengatakan paska terjadinya demo di Kabupaten Jepara sudah dua job yang sebelumnya ia terima terpaksa dibatalkan oleh pihak penyelenggara. 

Warga Desa Sumanding, Kecamatan Kembang tersebut mengaku rekan-rekannya juga banyak yang mengeluhkan hal serupa. Keluhan tersebut tidak hanya ia terima dari rekan sesama pelaku seni Campursari, tetapi juga dari pelaku seni musik orkes.  

“Keputusan dari Polres kan untuk hiburan malam sementara ini tidak diperbolehkan karena imbas demo. Yang dapat job-job yang berdekatan dengan tanggal ini kan otomatis tercancel. Teman-teman seni Jepara ya sedikit ada keluhan,” katanya melalui sambungan telepon, Sabtu (6/9/2025).  

Didik atau akrab disapa Duwok Sralalalala tersebut sebenarnya juga merasa iba kepada yang mengundang atau penyelenggara acara hajatan. Sebab mereka juga pasti sudah menyiapkan berbagai persiapan.  

“Sekali main, kalau komplit itu biasanya bisa sampai sekitar 25 orang. Termasuk pemain, MC, tukang sound, panggung, shooting acara. Kalau cancel kan otomatis, mereka juga batal, imbasnya seperti itu,” bebernya. 

Hanya saja Duwok mengaku masih merasa beruntung, sebab di bulan seperti ini, job untuk bermain Campursari tidak begitu ramai. 

“Kok misalnya ini di Bulan Agustus saat job ramai, temen-temen tetap saya ajak kompak untuk datang ke Polres atau Bupati,” ujarnya. 

Namun, Duwok optimis keputusan Polres Jepara yang melarang acara hiburan tidak berlangsung lama. 

“Belum disampaikan sampai kapan tapi saya kira tidak lama, kasihan kita-kita juga, saya tetap optimis ada kebijakan terbaik untuk para pekerja seni di Jepara,” ujarnya. 

Terpisah, Kapolres Jepara AKBP Erick Budi Santoso menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari upaya preventif. Putusan tersebut juga merupakan hasil dari dialog serta Deklarasi Jepara Damai yang diselenggarakan pada Selasa (2/9/2025) sore di Pendopo Kabupaten Jepara. 

Deklarasi tersebut juga dihadiri Forkopimda, hingga pemerintahan tingkat desa termasuk tokoh masyarakat, agamawan hingga pelajar dan mahasiswa.

“Namun untuk kegiatan keagamaan masih diperbolehkan. Sekaligus mendoakan Jepara kondusif,” katanya. 

Baca Juga: Semua Fasilitas Baru, Wiwit Yakin Calon Siswa SR di Jepara Bakal Betah

Selain kegiatan keagamaan seperti pengajian, kegiatan olahraga yang tidak terdapat hiburan seperti musik dan sejenisnya tetap diizinkan. 

“Sampai kapan waktunya kami belum tahu. Menunggu situasi kondusif kembali. Kami juga akan memperketat bagi mereka yang nekat menyelenggarakan atau curi-curi izin,” tandasnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER