Rasa Asli Bandung, Somay & Batagor di Jepara Ini Selalu Diserbu Pembeli

BETANEWS.ID, KUDUS – Pagi itu, suasana belakang Pasar Mayong tampak hidup. Deretan orang satu per satu mendekati sebuah gerobak berwarna perpaduan merah dan hijau. Grobak tersebut bertuliskan “Siomay & Batagor”. Sosok di balik gerobak tersebut adalah Lutfi (40). Ia telah berjualan selama lebih dari 10 tahun di lokasi yang sama, yakni di sisi kiri belakang Pasar Mayong.

Bukan tanpa alasan ia memilih tempat ini. Lutfi begitu ia akrab disapa, ingin setiap pengunjung pasar bisa mencicipi somay dan batagor dengan cita rasa autentik ala Bandung buatannya.

Baca Juga: Tak Masalah Mobil Dinas Ditarik Pemkab, Pimpinan DPRD Jepara Pilih Gunakan Mobil Pribadi

-Advertisement-

“Saya ingin orang-orang tahu bahwa somay dan batagor buatan saya ini rasanya sama kayak yang ada di Bandung,” ujar Lutfi sambil meracik pesanan pelanggan.

Somay dan batagor buatan Lutfi diracik menggunakan resep asli Bandung. Itulah yang menurutnya menjadi pembeda dari jajanan serupa di tempat lain. Mulai dari adonan ikan, tekstur tahu, hingga sambal kacangnya yang khas, semuanya dibuat dengan cermat agar menghadirkan cita rasa yang benar-benar ‘Bandung banget’.

“Yang membedakan itu rasa. Saya pakai resep asli, jadi rasa dan bumbunya mirip dengan yang saya coba langsung di Bandung dulu,” ungkapnya saat ditemui beberapa waktu lalu.

Menu yang ditawarkan pun cukup fleksibel. Pembeli bisa memesan satu porsi campur somay dan batagor, atau memilih salah satunya saja. Harga mulai dari Rp5.000 hingga Rp10.000 per porsi, membuatnya ramah di kantong siapa pun.

Setiap harinya, Lutfi membawa sekitar 150 porsi somay dan batagor. Ia mulai buka pukul 07.00 WIB hingga sekitar pukul 12.00 WIB. Menurutnya, waktu paling ramai terjadi di antara pukul 09.00 hingga 11.00 WIB, saat orang-orang mencari sarapan atau camilan pagi.

Baca Juga: Koordinator Masyarakat Pati Bersatu Bantah Tudingan Sudewo Demo Ditunggangi Kepentingan Politik

“Kalau ramai, bisa habis semua. Tapi kadang juga masih sisa sedikit,” bebernya.

Meski hanya bermodal gerobak, Lutfi menyimpan harapan besar. Ia bermimpi suatu saat bisa membuka warung tetap, mempekerjakan beberapa karyawan, dan memperluas jangkauan dagangannya. Is ingin mengenalkan siomay dan batagor khas rasa Bandung dari resepnya.

Penulis : Satrio Budi, Mahasiswa PPL UIN Sunan Kudus

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER