31 C
Kudus
Rabu, Februari 11, 2026

Pemkab Kudus Siapkan Kerjasama Pengolahan Sampah Jadi RDF

BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten Kudus terus mendorong solusi pengelolaan sampah berbasis teknologi. Salah satunya melalui kerja sama dengan PT Semen Indonesia (SIG) untuk pengolahan sampah di Tempat Pemprosesan Akhir (TPA) menjadi Refuse Derived Fuel (RDF). 

Sebelum dilakukan penandatanganan nota kesepakatan (MOU), pihak PT SIG dijadwalkan akan beraudiensi terlebih dahulu dengan Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris dalam waktu dekat.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kudus, Abdul Halil, menjelaskan audiensi merupakan langkah awal yang krusial, karena MOU ini menjadi salah satu syarat untuk pengajuan bantuan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.

-Advertisement-

Baca juga: Turut Tangani Sampah di Kudus, PT Djarum Akan Beri 7 Mesin Insinerator ke Desa

“Minggu depan Insyaallah audiensi dulu dengan Pak Bupati. Setelah itu baru dijadwalkan penandatanganan MOU. Ini syarat penting supaya off-taker-nya (penerima hasil olahan RDF) jelas,” jelasnya.

PT SIG akan menjadi pihak yang menerima hasil olahan RDF dalam bentuk cacahan untuk digunakan sebagai bahan bakar alternatif pabrik semen. Setidaknya, kapasitas RDF yang dihasilkan di TPA Tanjungrejo milik Pemkab Kudus mencapai 20-30 ton per hari. 

Selain PT SIG, Pemkab Kudus juga berkolaborasi dengan PT Pura dalam pembangunan infrastruktur pengolahan RDF dan PT Djarum yang mengambil sampah organik untuk diolah menjadi kompos.

“Fisik bangunan sudah 60 persen berdiri. Alat dari PT Pura, lahan juga disiapkan dari sana. Sekarang sedang disusun MOU-nya,” ungkap Jalil.

Dengan pengolahan RDF, baik yang berasal dari TPA dan PT Pura, Pemkab berharap bisa mengurangi beban sampah yang di Kota Kretek sebanyak 50-60 ton perhari. Sebab selama ini TPA Tanjungrejo, setiap harinya menerima 150 sampai 175 ton sampah.

Baca juga: Pengelolaan Sampah di Kudus Amburadul, Dewan Minta Kepala Dinasnya Belajar Lagi

“Dari PT Pura sekitar 30 ton, dari kita sendiri 20–30 ton. Jadi total bisa 50 sampai 60 ton per hari berkurang,” katanya.

Halil menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia (SDM) dan edukasi masyarakat terkait pemilahan sampah. Menurutnya, pemilahan di tingkat rumah tangga adalah kunci dari keberhasilan sistem pengolahan sampah. 

“Kalau masyarakat mau memilah sampah, itu luar biasa. Organik bisa langsung diolah, nonorganik kita tangani bersama pihak swasta,” ucapnya.

Editor: Suwoko

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER