BETANEWS.ID, KUDUS – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kudus menggelar Sarasehan Kebangsaan di Pendapa Kudus, Jumat (6/9/2024). Acara ini mengundang narasumber dari Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam).
Deputi IV Kemenko Polhukam, Janedjri M Gaffar menjelaskan, Indonesia memiliki landasan kuat sebagai suatu bangsa dan negara. Landasan tersebut tak lain adalah Pancasila yang harus dipahami dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
“Keseluruhan nilai-nilai Pancasila harus menjadi acuan dasar yang diimplementasikan dalam tiga fungsi utama Pancasila, yaitu pandangan hidup, dasar negara, dan ideologi negara,” bebernya.
Baca juga: KHR Asnawi Diajukan Jadi Pahlawan Nasional, Proses Sudah Sampai Kemensos
Menurutnya, sebagai pandangan hidup, nilai-nilai Pancasila bisa diaktualisasikan dalam pola pikir, pola sikap, dan pola tingkah laku warga negara Indonesia. Lalu sebagai dasar negara, Pancasila Diaktualisasikan dalam wujud pasal-pasal UUD 1945 dan segenap peraturan perundang-undangan yang merupakan penjabaran dari UUD 1945.
“Selanjutnya dalam hal ideologi negara, nilai Pancasila diaktualisasikan dalam wujud prinsip dan norma acuan dasar dalam kebijakan pembangunan nasional yang meliputi aspek politik, ekonomi, hukum, sosial, budaya, serta pertahanan, dan keamanan.
Hal itu, katanya, agar Pancasila selalu menemukan relevansi jaman dan tetap berakar pada masyarakat. Pancasila harus menjadi ideologi terbuka, di mana nilai-nilai fundamental Pancasila bersifat permanen.
Akan tetapi, dalam praktik pelaksanannya, baik dalam norma politik, ekonomi, hukum, sosial, budaya, maupun pertahanan dan keamanan, dapat fleksibel sekaligus adaptif terhadap perubahan dan tantangan jaman.
“Pancasila sebagai ideologi terbuka harus bekerja atau hidup, living ideology, menjadi ideologi yang efektif dan mampu menggerakkan masyarakat untuk mencapai cita-cita nasional,” jelasnya.
Ia menuturkan, Pancasila juga sebagai sumber nilai karakter individu dan karakter bangsa Indonesia, seperti halnya yang tertuang dalam lima sila. Sila pertama dapat melahirkan karakter yang religius, sila kedua akan memunculkan karakter kepedulian sosial, sila ketiga menjadi landasan kecintaan tanah air.
“Sementara untuk sila keempat menjadi dasar menciptakan karakter dealogis dan mengutamakan musyawarah, dan sila kelima membentuk karakter adil, menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban, serta menghormati hak-hak orang lain,” tuturnya.
Baca juga: Lakukan Perawatan Berkala, Bulog Kudus Jamin Stok Beras Aman
Kepala Kesbangpol Kudus, Muhammad Fitriyanto, mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk mewujudkan masyarakat yang memiliki jiwa patriotisme dan nasionalisme yang tinggi serta menghayati dan mengamalkan Pancasila di kehidupan sosial, berbangsa, dan bernegara.
“Kami berharap kegiatan ini dapat mewujudkan masyarakat Kudus yang bersatu, kokoh, toleran, saling menghormati dan bergotong royong,” paparnya.
Dalam menghadapi Pilkada 2024, pihaknya menghimbau warga untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa supaya dapat berjalan dengan aman, damai, partisipatif, dan kondusif.
Editor: Ahmad Muhlisin

