31 C
Kudus
Rabu, Juli 17, 2024

Catat!!! Ternyata Ini Modus Penggelapan Mobil Rentalan

BETANEWS.ID, KUDUS – Kasus bos rental mobil yang tewas di Sukolilo menjadi pembahasan hangat dalam sepekan terakhir. Bahkan di media sosial sedang ramai membicarakan tentang daerah Sukolilo yang saat ini dicap sebagai daerah bandit atau penadah mobil bodong.

Bos Deco Trans Kudus, Deni Eko Mulyono mengatakan penggelapan mobil rentalan yang sering terjadi hingga menjadi kasus besar adalah rentalan yang menyewakan mobil secara bulanan. Hal itu menjadi sangat beresiko, terutama bagi pengusaha rental mobil. Bisa saja, mobil rentalan tak akan kembali dan digelapkan oleh pihak ketiga.

Baca Juga: Tak Seperti Daerah Lain, Pengusaha Rental Kudus Tak ‘Blacklist’ Wilayah Pati

-Advertisement-

“Kebanyakan kasus, mobil dari rentalan, kemudian digadaikan ke pihak ke tiga. Kebanyakan dan rata-rata kasus gadai mobil ini memang yang rental bulanan, dimana akhirnya beresiko dan menjadi masalah besar,” bebernya saat ditemui di garasi rentalnya, Desa Cendono, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Kamis (13/6/2024).

Sebab, dengan menyewa mobil dengan waktu yang lebih lama, dapat memberikan kesempatan kepada pihak konsumen rental untuk menggadaikan mobil ke pihak ke tiga. Sehingga hal tersebut bisa beresiko besar. Apalagi, pihak ke tiga daerahnya sudah terkenal sebagai daerah penadah mobil bodong.

“Pesan untuk masyarakat luas tidak hanya warga Pati, jangan mau menerima gadai mobil tanpa surat-surat lengkap. Seumpama ada oknum yang mau menggadaikan mobil hanya dengan STNK saja, Jagan mau. Karena ke belakang pasti jadi masalah,” ungkapnya.

Deni menuturkan, selama kurang lebih enam tahun menjalankan usaha tersebut, pihaknya mendapati kasus seperti itu sampai lima kali. Hal itu dilakukan oleh konsumennya dari berbagai daerah yang ujungnya memang digadaikan ke pihak ke tiga.

“Alhamdulillah kasus itu, bisa kita diselesaikan dengan baik-baik, tanpa ada kekerasan. Namun, saya juga pernah kehilangan satu unit mobil, dibawa kabur dan sampai saat ini tidak tahu keberadaannya. Kejadian itu terjadi tidak di Sukolilo malah, tapi di kota lain. Karena GPS terputus, sehingga tidak bisa melacak lagi,” kata pria berusia 35 tahun itu.

Menurutnya, pendekatan melalui pihak desa maupun pihak kepolisian juga pernah dilakukan, dalam menyelesaikan persoalan-persoalan penggelapan mobil rentalan. Namun yang ia dapati, hal tersebut tak berhasil. Sebab, daerah Sukolilo memang kultur masyarakatnya kompak (dalam hal negatif).

Baca Juga: Meski Laku Banyak, Penjual Kambing di Undaan Kudus Ini Ngaku Penjualan Menurun

Sehingga, dalam menyelesaikan persoalan-persoalan kasus tersebut, pihaknya mengaku lebih menekankan dengan pendekatan yang halus, dari hati ke hati. Sehingga pihak yang bersangkutan juga bisa memahami kedatangannya.

“Untuk menyelesaikan suatu masalah itu, kami melakukan pendekatan secara persuasif. Menganalisa atau investigasi lebih matang terlebih dahulu sebelum turun ke lapangan. harus mengetahui masalah yang terjadi, daerahnya seperti apa kita analisa semua. Kita tekankan pendekatan persuasif, diskusi secara damai. Jadi tidak main kekerasan, main okol,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER