31 C
Kudus
Rabu, April 24, 2024

Korban Banjir Demak yang Tinggal di Kolong Jembatan Mengeluh Tak Tersentuh Bantuan

BETANEWS.ID, DEMAK – Sudah empat hari warga Desa/Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak terkena musibah banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Wulan. Banyak warga yang memutuskan mengungsi di Kudus, tapi ada juga yang memilih untuk bertahan dan tinggal di kolong Jembatan Tanggulangin.

Namun, menurut Suharno (60), korban banjir yang mengungsi di tempat tersebut mengeluhkan belum sekali pun tersentuh bantuan.

“Bantuan belum ada sama sekali, dari mulai banjir sampai sekarang. Saya tidak mengungsi dan tinggal di kolong jembatan sembari jaga rumah,” ujar Harno saat ditemui di dekat rumahnya, Rabu (20/3/2024).

Baca juga: Ketua DPRD Kudus Tegaskan Tak Ada Penolakan Pengungsi dari Demak

Harno mengaku, ada sekitar 500 warga yang tinggal di kolong Jembatan Tanggulangin. Nasib mereka juga sama dengannya, sejak banjir melanda, belum sekalipun dapat bantuan.

“Harapannya, ya, ada bantuan makanan dan minuman buat sahur dan buka. Sebab, kami juga korban banjir meski tak mengungsi,” beber warga Desa/Kecamatan Karanganyar itu.

Hal yang sama juga dikeluhkan oleh Tas’an (75). Warga Desa/Kecamatan Karanganyar tersebut mengaku rumahnya kebanjiran setinggi 2,5 meter akibat tanggul Sungai Wulan yang jebol.

“Rumah saya kebanjiran tiga meter. Saat ini sudah mulai surut. Sejak pertama kebanjiran, saya tidak mengungsi tapi tinggal di kolong Jembatan Tanggulangin,” ujarnya.

Selama ini, Tas’an mengaku makan seadanya dan bahkan harus menahan lapar sembari menghemat uang karena tak tahu kapan banjir segera tuntas.

Baca juga: Ramadan Dilanda Banjir, Warga Karanganyar: ‘Sudah Tak Ada Uang, Sudah Tak Mikir Lebaran’

“Saya berharap ada bantuan untuk bisa dimakan. Agar kami tak kelaparan,” harapnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Desa Karanganyar, Agus Sudiarto, menampik tak adanya bantuan untuk warganya yang mengungsi di kolong Jembataan Tanggulangin. Menurutnya, seluruh warganya yang jadi korban banjir mendapatkan bantuan logistik.

“Tidak benar itu nggak ada bantuan. Semua warga saya semua kami beri bantuan logistik, baik yang di pengungsian maupun yang tidak. Bantuan makanan kita bagikan jelang waktu sahur dan buka,” ujar pria yang akrab disapa Tonggek melalui sambungan telepon, Rabu (20/3/2024).

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
135,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER