31 C
Kudus
Rabu, April 24, 2024

Ramadan Dilanda Banjir, Warga Karanganyar: ‘Sudah Tak Ada Uang, Sudah Tak Mikir Lebaran’

BETANEWS.ID, KUDUS – Warga Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak harus menjalani ibadah puasa di tengah kondisi banjir. Mereka pun pasrah terancam tak bisa merayakan Hari Raya Idulfitri seperti sedia kala.

Dukuh Norowito, Desa Ketanjung, Kecamatan Karanganyar jadi yang paling parah terdampak banjir. Rumah di kampung tersebut hanya terlihat gentingnya saja. Sementara para penghuninya mengungsi di Kudus, salah satunya di Pasar Saerah.

Salah satu warga, Sulasih (47) mengataku sudah mengungsi selama tiga hari. Sebab, rumahnya kebanjiran kurang lebih setinggi tiga meter.

Baca juga: Update Banjir Karanganyar Demak, Surut 2 Meter tapi Jalan Pantura Masih Lumpuh

“Rumah saya kebanjiran lebih dari tiga meter dan hanya terlihat gentingnya saja. Saya pun mengungsi bersama suami dan orang tua,” ujar Sulasih, Selasa (19/3/2024).

Selama tiga hari tinggal di pengungsian, Sulasih mengaku tetap berpuasa. Terkait sahur dan berbuka disediakan oleh para relawan.

Disinggung terkait Raya Idulfitri, Sulasih mengaku pasrah tidak bisa ikut merayakan lebaran. Meskipun, ketika Hari Raya Idul Fitri banjir sudah surut, tapi tak ada uang untuk ikut Lebaran.

“Sudah nggak ada uang untuk ikut lebaran. Gabah dan beras juga terendam semua. Kita sudah nggak mikir lebaran,” tandasnya.

Hal senada juga dikatakan Yuni Kurniawati. Yuni sudah pasrah tak bakalan ikut merayakan lebaran pada tahun ini.

“Selain belum tahu kapan surutnya banjir, sudah tak ada uang untuk ikut merayakan lebaran. Bengkel suami yang jadi sumber penghasilan keluarga sudah tak beroperasi sejak terendam banjir yang pertama dulu,” ujarnya.

Baca juga: Sepekan Banjir Kudus, Masan Minta Pemkab Kudus Sat-Set Tangani Bencana Tahunan

Oleh karena itu, lanjutnya, Hari Raya Idulfitri tahun ini tak memikirkan beli baju lebaran. Bahkan, hidangan lebaran pun kemungkinan tak ada di meja rumahnya.

“Kemungkinan lebaran nanti nggak ada hidangan di meja kami. Kami juga belum tahu, lebaran di pengungsian atau sudah bisa kembali ke rumah. Saat ini yang bisa kami lakukan hanya pasrah dan berdoa,” bebernya.

Yuni mengaku, saat ini rumahnya terendam banjir cukup tinggi dan hanya kelihatan gentingnya saja. Oleh karena itu, sejak dua hari yang lalu ia dan keluarganya pun mengungsi di Kudus, tepatnya di Pasar Saerah.

“Semoga tanggul Sungai Wulan bisa ditambal dengan bagus dan tak jebol lagi. Sehingga banjir bisa segera surut,” harap Yuni.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
135,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER