31 C
Kudus
Jumat, April 19, 2024

Banjir di Kudus Meluas, Desa Berugenjang yang Jarang Banjir Kini Terendam

BETANEWS.ID, KUDUS – Banjir di Kabupaten Kudus semakin meluas. Kini, desa di ujung Selatan Kecamatan Undaan, Desa Berugenjang, juga kebanjiran setelah Sungai Juwana meluap. Puluhan rumah warga tergenang air dengan ketinggian yang bervariasi antara 30-45 centimeter. 

Salah satu warga, Maryatun mengatakan, banjir yang terjadi di Desa Berugenjang mulai sejak Jumat (15/3/2024). Hingga kini ketinggian air semakin bertambah, sekitar 10 centimeter setiap harinya. Bahkan rumahnya saat ini sudah tak layak untuk dihuni, karena ketinggian mencapai 50 centimeter.

Warga Berugenjang, Undaan, Kudus beraktivitas di tengah kondisi banjir, Senin (18/3/2024). Foto: Kaerul Umam

“Kondisi sekarang kalau di dalam rumah sudah sampai lutut. Sekarang sudah mengungsi sejak Jumat kemarin di rumah tetangga yang lebih tinggi,” katanya saat ditemui sembari mencuci jaring tangkapan ikan, Senin (18/3/2024).

Baca juga: Kepala Desa Undaan Tengah Harap Sungai Wulan Segera Dinormalisasi

Maryatun menuturkan, saat ini kondisi barang sudah diselamatkan dengan menggunakan undakan kayu untuk menaruh barang berharga, seperti kulkas dan lain sebagainya.

Sekertaris Desa Berugenjang, Pujiono, menjelaskan, setidaknya ada puluhan rumah yang sudah tergenang dengan ketinggian sekitar 30 centimeter. Pihaknya juga mengaku, banjir di Desa Berugenjang saat ini diklaim lebih parah dari banjir sebelumnya, sejak 2007 lalu.

“Kondisinya sangat parah sekali, bahkan terbilang lebih parah dari paling parah, karena jalan sudah diurug tapi ternyata masih bisa banjir hampir satu meter,” tuturnya.

Puji menyebut, banjir yang melanda desanya itu diakibatkan karena intensitas curah hujan yang tinggi yang mengguyur selama beberapa hari terakhir. Selain itu, sungai yang tak berfungsi sebagaimana mestinya juga menjadi masalah yang saat ini berakibat lahan pertanian dan pemukiman warga terdampak.

“Banjir terjadi sejak Jumat, akibat sungai yang meluap, karena tidak bisa menampung air dan tak bisa mengalir ke Juwana. Sehingga air meluap hingga ke pemukiman warga,” jelas pria yang baru dilantik satu bulan lalu tersebut.

“Selain intensitas curah hujan, juga dikarenakan sungai tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Seharusnya ada revitalisasi sungai dari Klambu sampai Juwana, sehingga air bisa mengalir dengan tepat dan benar. Ketika ada hujan lebat, sungai tidak bisa mengalir akibat adanya pendangkalan sungai,” ujarnya.

Baca juga: Banjir di Jalan Tanjungkarang Kudus Capai 60 Cm, Motor Tak Bisa Lewat

Dia menambahkan, saat ini pihak desa belum mendistribusikan logistik bantuan bagi korban terdampak. Sebab, hal itu perlu dirapatkan karena terkait anggaran. Meski begitu, pihaknya akan berupaya untuk membantu warga terdampak.

“Untuk perkiraaan dengan melihat cuaca saat ini yang masih hujan, banjir di sini (Desa Berugenjang) bisa sampai satu minggu lebih,” imbuhnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
135,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER