31 C
Kudus
Sabtu, April 13, 2024

Banjir di Jalan Tanjungkarang Kudus Capai 60 Cm, Motor Tak Bisa Lewat

BETANEWS.ID, KUDUS – Banjir yang melanda Kabupaten Kudus, termasuk Desa Tanjungkarang, Kecamatan Jati, sejak Jumat (15/3/2024), semakin meluas. Saat ini, kondisi ruas Jalan Kudus-Purwodadi airnya semakin tinggi dan tak bisa dilewati sepeda motor. Kebanyakan pengendara sepeda motor memilih menggunakan jasa angkut kendaraan, karena jarak banjir yang cukup jauh.

Meski begitu, ada juga pengendara motor yang terpaksa mendorong motornya dari lokasi banjir di Desa Tanjungkarang hingga Desa Jetis Kapuan.

Salah satu pengendara, Tri Kristanto, mengatakan, ketinggian banjir di Jalan Kudus-Purwodadi semakin bertambah. Penambahan genangan banjir di sana sampai 10 centimeter dan saat ini sudah mencapai 60 centimeter.

Baca juga: Banjir Kembali Lumpuhkan Jalur Pantura Demak, Ketinggian Air Lebih 3 Meter

“Hari Sabtu pas lewat sini tidak setinggi ini, dan motor masih bisa lewat. Tapi hari ini ada penambahan, jadi di pom bensin Tanjungkarang dekat Klenteng tidak begitu tinggi, tapi sekarang kedalaman airnya capai 30 centimeter,” ungkapnya, saat ditemui Senin (18/3/2024).

Tri mengaku harus mendorong motornya sejauh empat kilometer, untuk bisa mengunjungi ibunya yang berada di Kecamatan Undaan. Menurutnya, ada jasa angkut kendaraan, tapi dia lebih memilih mendorong motornya, disebabkan jasa angkut yang harganya mahal.

“Sebenarnya ada jasa angkut kendaraan (untuk menghindari banjir) tapi harganya kemahalan. Per satu sepeda motor, harganya ada yang Rp 50-60 ribu. Itupun sekali perjalanan,” tutur pria berusia 53 tahun itu.

Dengan harga yang terbilang mahal itu, rencananya balik ke rumahnya yang berada di Kelurahan Wergu Wetan, Kecamatan/Kabupaten Kudus dengan mendorong motornya lagi.

Baca juga: Kabar Baik, Debit Air di Bendung Wilalung Berangsur Turun

Hal senada juga dikatakan oleh pengendara lain, Andi Iswoyo. Ia juga terpaksa menerjang banjir dengan ketinggian antara 30-60 centimeter di Jalan Kudus-Purwodadi tersebut. Namun apalah daya, motor yang ditumpanginya tak bisa menerobos banjir dan berakibat mogok di tengah jalan.

“Iya ini saya dorong karena tadi mogok di tengah jalan. Untuk dorongnya tadi kurang lebih ada sekitar satu kilometer. Karena banjirnya jaraknya lumayan,” jelas warga Solo itu.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
135,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER