BETANEWS.ID, DEMAK – Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak kembali dilanda banjir setelah tanggul Sungai Wulan jebol. Akibatnya, ribuan rumah warga kebanjiran dan Jalur Pantura Kudus-Demak lumpuh total.
Terlihat di lokasi, tim relawan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersiaga dan menyiapkan perahu. Beberapa di antaranya melakukan evakuasi warga yang butuh pertolongan untuk mengungsi.
Salah satu warga Suharno (60), mengatakan, banjir yang kedua ini lebih parah dibanding sebelumnya. Menurutnya, ketinggian banjir sebelumnya itu sekitar 3 meter, tapi banjir kali ini lebih dari 3 meter.
Baca juga: Warga Undaan Kidul Tinggikan Tanggul Sejak Jumat Malam, Sampai Tak Tidur untuk Jaga-Jaga
“Banjir kali ini lebih parah dibanding sebelumnya. Ketinggian banjir yang merendam rumah saya lebih dari tiga meter,” ujar warga Desa/Kecamatan Karanganyar sembari menunjuk rumahnya yang kebanjiran, Senin (18/3/2024).
Suharno mengungkapkan, penyebab banjir dikarenakan tanggul Sungai Wulan yang jebol lagi pada Minggu dini hari (17/3/2024) sekira pukul 2:00 WIB. Padahal sehari sebelumnya, tanggul sungai jeratun juga jebol.
“Sehingga banjir pun cepat menggenangi rumah warga. Tak hanya itu, banjir juga melumpuhkan Jalan Pantura Demak-Kudus dengan ketinggian sekira 3 meter,” beber Suharno.
Warga lain, Sutoyo, menambahkan, saat ini seluruh rumah yang ada di kampungnya terendam banjir. Bahkan, banyak yang hanya terlihat gentingnya saja.
Baca juga: Banjir Dukuh Goleng Kudus Sentuh 2,5 Meter, Kerugian Setiap KK Ditaksir Capai Belasan Juta
“Rumah saya saat ini terendam banjir 2.5 meter, itu dari lantai rumah. Apabila dari jalan, ketinggian banjir lebih dari 3,5 meter,” ujar Warga Dukuh Norowito, Desa Ketanjung, Kecamatan Karanganyar itu.
“Sejak Minggu dini hari itu (17/3/2024) ketika tanggul Sungai Wulan jebol, air dengan cepat menggenangi Jalan Raya Pantura Demak-Kudus, dan dengan cepat langsung lalu lintas lumpuh,” sebutnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

