BETANEWS.ID, DEMAK – Banjir di Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak akibat jebolnya tanggul Sungai Wulan mulai agak surut. Meski memang surutnya tidak banyak hanya 10 centimeter.
Hal itu dikatakan oleh warga Desa/Kecamatan Karanganyar yang juga korban banjir, Harno (60). Dia mengaku, sebagai korban banjir tentu selalu mengamati ketinggian air.
“Semalam ketinggian air memang mengalami kenaikan. Tapi untuk saat ini sudah mulai berkurang 10 centimeter,” ujar Harno kepada Betanews.id saat ditemui di lokasi Banjir, Jumat (9/2/2024).
Baca juga: Makin Parah, Jalan Pantura Demak Terendam Banjir hingga 2 Meter, Ribuan Rumah Hampir Tenggelam
Harno mengatakan, saat ini rumahnya masih terendam banjir cukup tinggi yaitu lebih dari 2 meter dan hampir menyentuh genting. Sementara keluarganya sudah mengungsi ke Kudus.
“Saat ini ketinggian air masih di atas 2 meter. Dan alhamdulillah sudah mulai berkurang meski tidak signifikan,” bebernya.
Sementara itu, data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak pada Kamis (8/2/2024), 30 desa di 7 kecamatan terdampak banjir akibat beberapa tanggul sungai jebol. Total ada 16.389 kepala keluarga (KK) dan 63.465 jiwa yang terdampak.
Baca juga: Cerita Nahas Edi, Truk Mogok dan Seketika Terjebak Banjir di Jalan Pantura Demak
Dari jumlah tersebut, ada ada 8.170 warga terdampak banjir mengungsi, dan kurang lebih 951 hektare lahan pertanian terendam banjir.
Sementara itu, terlihat debit air Sungai Wulan yang kemarin tampak penuh saat ini berkurang cukup signifikan. Tampak debit air Sungai Wulan sudah turun lebih dari satu meter dari permukaan tanggul.
Editor: Ahmad Muhlisin

