BETANEWS.ID, DEMAK – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus kewalahan melayani permintaan evakuasi korban bencana banjir di Kecamatan Karanganyar, Demak, Jumat (9/2/2024). Sampai saat ini, masih ada ratusan korban yang belum dievakuasi dari tengah banjir. Proses evakuasi juga masih terus berlanjut dengan armada yang minim.
Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kudus, Mundir, mengatakan, sampai pukul 9.30 WIB ada ratusan laporan atau permintaan warga terjebak banjir yang minta tolong dievakusi. Bahkan, ia mengaku sampai sangat kewalahan, karena masih banyak warga yang belum tertolong.
“Ya sangat kewalahan karena permintaan evakuasi dari warga sampai saat ini ada sebanyak 207, dan saat ini baru dievakusi sebanyak 84 orang,” beber Mundir saat ditemui di tenda darurat, jembatan Tanggulangin, Jumat (9/2/2024).
Baca juga: Makin Parah, Jalan Pantura Demak Terendam Banjir hingga 2 Meter, Ribuan Rumah Hampir Tenggelam
Permintaan itu, kata Mundir, dimulai sejak didirikannya tenda darurat di dekat lokasi banjir atau di jembatan Tanggulangin, Kamis (8/2/2024) malam.
Ia menuturkan, BPDB Kudus dalam hal ini membantu korban banjir yang ada di Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, dengan mengerahkan semua armada perahu untuk mengevakuasi warga. Menurutnya, empat armada perahu dari BPBD Kudus semuanya diterjunkan untuk menolong korban banjir di sana.
“Artinya sampai saat ini masih banyak yang belum dievakuasi, kendalanya karena keterbatasan armada. Semalam ada bantuan dari kabupaten tetangga, yang saat ini sudah pada istrirahat dan ada yang datang lagi untuk bergantian,” ungkapnya.
Ia menyampaikan, permintaan evakuasi warga menurutnya akan bertambah lagi, mengingat, kondisi banjir di sana masih tinggi. Sejauh ini ada banyak relawan yang terjun untuk membantu evakuasi warga. Namun, pihaknya tidak bisa menyebutkan jumlah total relawan yang terjun.
Baca juga: Cerita Nahas Edi, Truk Mogok dan Seketika Terjebak Banjir di Jalan Pantura Demak
Ia juga menyebut, ada titik yang tidak bisa dijangkau atau dilakukannya evakuasi, karena terkendala arus yang begitu deras.
“Ada titik yang tidak bisa dijangkau karena arusnya terlalu deras. Titik itu tidak bisa dijangkau karena terdapat sungai yang berada di sana,” imbuhnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

