BETANEWS.ID, DEMAK – Sebagian warga kini telah berada di pengungsian atau tenda darurat yang didirikan oleh Badan Penanggualan Bencana Daerah (BPBD) Kudus, di jembatan Tanggulangin. Sejumlah korban banjir itu berasal dari beberapa desa yang terdampak banjir di Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak.
Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kudus, Mundir mengatakan, pendirian tenda darurat yang berada di dekat banjir Kecamatan Karanganyar itu untuk membantu korban jiwa yang terdampak. Puluhan warga yang mengungsi di sana terdiri dari remaja, balita, bayi, hingga lansia.
Baca Juga: Pantura Demak Lumpuh, BPBD Jateng Belum Bisa Perkirakan Kapan Bisa Dilalui Lagi
“Jadi untuk tenda darurat ini didirikan sekitar pukul 18.00 WIB untuk membantu korban jiwa yang terdampak. Ada sebanyak 97 jiwa berada di pengungsian ini. Dan saat ini tenda darurat ini kami tutup karena sudah penuh,” bebernya, Jumat (9/2/2024).
Sementara, kata Mundir, untuk korban jiwa yang masih dalam proses evakuasi akan dilarikan ke tenda darurat yang berada di Terminal Kudus dan kantor Balai Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus.

“Untuk korban jiwa yang berada di sini (tenda darurat jembatan Tanggulangin), pria dewasa ada 44 orang, perempuan dewasa 29 orang, balita 11 anak, remaja 10 orang, seorang bayi, dan dua orang lansia. Sedanhkan untuk warga yang baru dievakusi di tempatkan di dia titik,” rincinya.
Pihaknya menyampaikan terdapat dapur darurat dan posko logistik di sana. Sehingga untuk ketersediaan logistik hingga saat ini menurutnya aman. Ia juga menyebut, sampai saat ini pihaknya juga masih melakukan evakuasi korban banjir yang mana ada banyak permintaan pertolongan dari warga.
“Ada 207 permintaan evakuasi warga sejak didirikannya tenda darurat ini. Sementara saat ini baru ada 84 orang yang dievakusi per pukul 9.30 WIB. Sehingga ini masih banyak yang belum tertolong atau terjebak banjir,” tutur pria yang beralamat Desa Kalirejo, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus itu.
Baca Juga: BPBD Kudus Kewalahan Layani Permintaan Evakuasi Warga Demak yang Terjebak Banjir
Salah satu korban banjir, Siti Sholehah menuturkan, mulai dievakusi dan menghuni di tenda darurat itu sejak kemarin Kamis (8/2/2024) malam. Ia mengaku sampai saat ini tidak nyenyak tidur di pengungsian karena harus meninggalkan harta benda yang tak terselamatkan.
“Kalau di sini tercukupi semua mas. Mulai dari makanan dan obat-obatan, tapi yang belum pakaian dan selimut. Semalam tetap saja tidak bisa tidur nyenyak karena masih memikirkan barang yang belum terselamatkan,” ujar warga Desa Karanganyar RT 10 RW 3, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak itu.
Editor: Haikal Rosyada

