31 C
Kudus
Minggu, Februari 15, 2026

Pantura Demak Lumpuh, BPBD Jateng Belum Bisa Perkirakan Kapan Bisa Dilalui Lagi

BETANEWS.ID, DEMAK – Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah, Bergas C Penanggungan mengaku belum bisa memperkirakan kapan Jalan Pantura Demak bisa dilalui kendaraan lagi. Pasalnya, saat ini ketinggian banjir kurang lebih masih 2 meter.

“Kita belum tahu pasti kapan surutnya banjir yang menggenangi Jalan Pantura Demak. Sehingga saya belum bisa memperkirakan kapan Jalan Pantura Demak bisa dilalui oleh kendaraan lagi,” ujar Bergas kepada Betanews.id ketika meninjau banjir di Desa/Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, Jumat (9/2/2024).

Dia mengatakan, terkait bencana banjir akibat tanggul Sungai Wulan jebol berada di perbatasan Kabupaten Demak dan Kudus dilakukan evakuasi sejak kemarin, Kamis (9/2/2024). Karena titik jebolnya makin panjang, sehingga banjir pun meluas dan wilayah yang terdampak pun makin meluas.

-Advertisement-

Baca juga: Kabar Baik, Banjir yang Lumpuhkan Jalan Pantura Demak Mulai Surut 10 Cm

“Awalnya tanggul yang jebol hanya dua titik. Tapi kemudian makin panjang, sehingga banjir pun meluas dan banyak warga yang terjebak banjir,” bebernya.

Oleh karena itu, pihaknya pun segera memobilisasi BPBD di Kabupaten sekitar Demak untuk turut serta dalam penanganan banjir yang terjadi, yaitu BPBD Kudus, Jepara, Grobogan, dan lainnya.

“Saat ini kita fokuskan dan kerja keras untuk lakukan evakuasi kepada warga yang masih terjebak banjir di rumah masing-masing,” bebernya.

Sementara itu, salah satu korban banjir, Harno mengaku bahwa ketinggian banjir mulai berkurang dibanding kemarin. Menurutnya, saat ini ketinggian banjir berkurang sekira 10 centimeter.

“Rumah saya itu kebanjiran dengan ketinggian lebih dari 2 meter. Makanya saya amati betul ketinggian banjir ini. Ketinggian banjir berkurang 10 sentimeter,” ujarnya sembari menunjukan tanda batas yang diamatinya.

Terkait surutnya air banjir, ungkap Harno, memang tidak bisa dipastikan. Tapi berkaca di kejadian pada tahun 1992, banjir bisa segera surut dalam tempo hanya dua hari.

“Dulu pada tahun 1992 tanggul Sungai Wulan Karanganyar, Demak juga jebol dan banjir. Tapi dalam dua hari langsung surut dan kering,” bebernya.

Sebagai informasi, banjir di Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak disebabkan jebolnya tanggul Sungai Wulan pada Kamis (8/2/2024) sekira pukul 6:30 WIB. Ada dua titik Tanggul jebol, dengan masing-masing panjang 7 meter dan 3 meter.

Baca juga: BPBD Kudus Kewalahan Layani Permintaan Evakuasi Warga Demak yang Terjebak Banjir

Tanggul jebol tersebut tak hanya menggenangi ribuan rumah, tapi juga menggenangi Jalan Pantura Demak-Kudus dengan ketinggian 2 meter. Akibatnya, lalu lintas Jalan Pantura Demak-Kudus dan sebaliknya lumpuh total.

Sementara itu, terlihat debit air Sungai Wulan yang kemarin tampak penuh saat ini berkurang cukup signifikan. Tampak debit air Sungai Wulan sudah turun lebih dari satu meter dari permukaan tanggul.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER