BETANEWS.ID, PATI – Ribuan petani berkumpul di halaman belakang Gudang Pupuk Penyangga (GPP) yang berada di Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, pada Kamis (25/1/2024).
Mereka yang berasal dari berbagai kecamatan yang ada di Pati itu, masing-masing terlihat membawa selembar kupon. Kupon tersebut kemudian diberikan kepada petugas, untuk ditukarkan dengan pupuk.
Baca Juga: Jaga Performa, Persipa Bakal Lakukan Rotasi Pemain di Sisa Dua Laga
Meski harus antre, mereka tampak semringah, karena bisa mendapatkan pupuk dengan harga yang lebih murah. Sebab, pada hari itu, Kementerian BUMN dan Kementerian Pertanian melalui Pupuk Indonesia menggelar Gebyar Diskon Pupuk.
Kamelan, salah satu petani asal Desa Jambean Kidul, Kecamatan Margorejo mengaku senang dengan adanya Gebyar Diskon Pupuk itu. Sebab, di sana ia bisa mendapatkan harga pupuk di bawah standar.
“Ya tentu senang, karena harga diskon untuk harga pupuk ini. Kalau biasanya satu paket NPK Ponska Plus dengan Nitrea itu harganya Rp450 ribu, tapi ini karena ada diskon, jadi cuma Rp270 ribu,” ujar Kamelan, Kamis (25/1/2024).
Ia berharap, Gebyar Diskon Pupuk seperti ini bisa secara rutin digelar. Karena hal ini menurutnya sangat membantu petani di kala pemerintah mengurangi alokasi pupuk subsidi.
Sementara, itu Direktur Produksi PT Pupuk Indonesia, Bob Indiarto mengatakan, program Gebyar Diskon Pupuk ini digelar di berbagai kota dan kabupaten di Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah, termasuk di Kabupaten Pati.
“Gebyar Diskon Pupuk 2024 diselenggarakan Pupuk Indonesia, bekerja sama dengan pemerintah, di berbagai kota selama bulan Januari hingga Februari 2024,” ungkapnya.
Menurutnya, rangkaian acara ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan pupuk petani serta memberikan kemudahan bagi petani untuk memperoleh pupuk pada musim tanam ini.
Katanya, selama musim tanam ini, pemerintah telah melakukan berbagai upaya dukungan bagi petani agar bisa mendapatkan hasil yang optimal di musim panen nanti.
Ia menyebut, pada kegiatan Gebyar Diskon Pupuk, pemerintah menugaskan Pupuk Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pupuk nonsubsidi dan mendorong petani agar segera melakukan penebusan pupuk, antara lain dengan menyiapkan pupuk nonsubsidi dengan harga terjangkau.
“Pemerintah juga senantiasa memastikan ketersediaan stok pupuk bersubsidi maupun nonsubsidi. Antara lain dengan cara melakukan kunjungan kerja ke sejumlah wilayah sentra pertanian. Hingga tanggal 22 Januari 2024 ketersediaan pupuk bersubsidi dan pupuk nonsubsidi tercatat sebesar 1.988.120 ton atau setara sekitar 200 persen dari ketentuan minimum stok yang ditetapkan pemerintah,” debutnya.
Adapun angka stok tersebut, katanya, terdiri dari pupuk bersubsidi sebesar 1.395.936 ton dan pupuk nonsubsidi sebesar 592.184 ton.
Baca Juga: Relawan DGP8 Sebut Spanduk Ganjar-Mahfud Penuhi Jalur Pantura
“Pupuk Indonesia menjalankan program Gebyar Diskon Pupuk sesuai dorongan pemerintah agar petani bisa menikmati pupuk nonsubsidi dengan harga terjangkau serta membantu meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani,” imbuhnya.
Pihaknya berharap, program tersebut dapat mendorong petani untuk menanam lebih awal. Sehingga kesuksesan musim tanam awal tahun ini bisa didapatkan bersama saat panen bulan April nanti.
Editor: Haikal Rosyada

