BETANEWS.ID, KUDUS – Siti Nurul Qoriah (24) terlihat sedang membuat buket di Toko San Florist yang berada di Jalan Hos Cokroaminoto, Kelurahan Mlatinorowito, Kecamatan/Kabupaten Kudus. Di tangannya, buket bunga itu tampak cantik dan siap diberikan untuk orang terkasih.
Di bagian dinding dan etalase, buket-buket hasil karyanya tampak tertata rapi dan bisa langsung dibeli, sehingga tak perlu memesan. Tak hanya itu, beberapa pernak-pernik pernikahan juga terpajang rapi.
Bagi Nurul, bisnis tersebut merupakan upayanya memberi contoh para santri untuk bisa terjun ke dunia bisnis. Pemilihan nama San Florist juga bukan tanpa alasan, yakni diambil dari nama “Santri” yaitu tiga suku kata pertamanya. Sebab, peluncurannya yang bertepatan dengan hari santri.
Baca juga: San Florist Hadir untuk Kamu yang Bingung Cari Kado Buat Orang Tersayang
Sejak kecil, Nurul memang sudah menyukai dunia kreatif. Keahliannya dalam membuat kerajinan semakin terlihat ketika masuk di Sekolah Menengah Atas (SMA). Setelah lulus SMA, Nurul memutuskan untuk masuk pondok pesantren. Baru lah ketika di dalam pondok pesantren, ide membuat kerajinan tangan mulai muncul kembali.
Ia menuturkan, dulunya hanya bermodalkan kertas buffalo ketika membuat buket bunga. Tetapi tak disangka dari sana buket karyanya mulai dikenal masyarakat umum.
“Usaha buket sebenarnya sudah sejak 2019 tetapi hanya melayani pemesanan online. Kemudian, dengan modal yang ada, barulah pada 22 Oktober 2023 berani membuka offline store,” jelasnya saat ditemui, Senin (20/11/2023).
Baca juga: Kisah Kusiyati Resign Kerja dan Lebih Pilih Jualan di Pinggir Jalan, Alasannya Bikin Iri
Nurul membeberkan, dahulu usaha miliknya sempat terhenti saat Pandemi Covid-19. Namun, pada 2021 usaha buket bunga miliknya mulai kembali membaik hingga akhirnya bisa buka toko yang buka pukul 09.00-21.00 itu.
“Kendalanya, saat ini belum banyak yang tahu offline store San Florist. Sehingga, belum banyak pelanggan yang datang,” beber anak pertama di keluarganya itu.
Editor: Ahmad Muhlisin

