Kisah Kusiyati Resign Kerja dan Lebih Pilih Jualan di Pinggir Jalan, Alasannya Bikin Iri

BETANEWS.ID, KUDUS – Kusiyati siang itu terlihat sedang membuat lumpia, pisang cokelat (piscok) caramel dan tahu mercon di tepi Jalan Raya Besito, Desa Peganjaran, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus. Setelah beberapa camilan itu dibuat, kemudian jajanan tersebut dimasukkan ke dalam penggorengan.

Di sela kesibukannya, wanita berusia 36 tahun itu kemudian berbagi kisahnya merintis usaha gorengan yang terkenal dengan lumpia rebungnya itu. Ia menuturkan, awalnya ia seorang buruh pabrik di salah satu perusahaan di Jepara. Karena kebutuhan hidupnya yang saat itu semakin bertambah, ia kemudian disarankan suaminya untuk berdagang menjual jajanan.

Lumpia yang dijual Kusiyati di Jalan Raya Besito, Desa Peganjaran, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus. Foto: Kaerul Umam

“Jadi sebelum berjualan, saya bekerja di perusahaan PT HWI Jepara selama empat tahun. Karena kebutuhan sehari-hari semakin meningkat, kemudian saya disuruh gantiin berjualan suami di sini. Dan suami kemudian membuat lapak lagi dan berjualan di sekitar kampus IAIN Kudus,” bebernya, Selasa (21/11/2023).

-Advertisement-

Baca juga: Penjual Lumpia dan Piscok di Peganjaran Kudus Ini Laris Manis, Sehari Minimal Laku 500 Buah

Ia mengaku, meski berjualan di pinggir jalan, pendapatan usahanya lebih banyak dibandingkan dengan seorang karyawan yang harus ikut orang lain. Menurutnya, jualan seperti itu bisa punya penghasilan harian ketimbang di pabrik yang bayarannya sebulan sekali.

“Kalau penjulan setiap harinya, biasa laku minimal 500 buah, tergantung ramai dan sepinya pembeli. Piscok caramel dan lumpia rebung bisa menjual 200 buah dan 100 buah lainnya dari tahu mercon. Tapi terkadang juga bisa lebih,” tuturnya.

Baca juga: Sempat Nyerah, Dukungan Istri Bikin Ridwan Bangkit dan Kini Punya 3 Cabang Ayam Geprek Abah Gaul

Dengan mampu menjual ratusan buah setiap harinya, kata Kusiyati, penghasilnya semakin meningkat. Sehingga bisa memenuhi kebutuhan hidup dan mengurusi kedua anaknya. Ia juga mengatakan, penjualan di sana terkadang cepat laku dan bisa pulang lebih awal, karena ramainya pembeli.

“Paling ramai itu pernah jam 12 sudah habis semua, sehingga bisa pulang lebih awal dan bisa cepat kumpul keluarga,” katanya di lapak yang buka setiap hari mulai pukul 8.00-14.30 WIB itu.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER