Waktu menunjukkan pukul 07.30, Siswa-siswi terlihat sedang berkumpul dan berbaris di aula sekolah Raudlatul Athfal (RA) NU Banat yang ada di Jalan Kiai Haji Raden (KHR) Asnawi, Desa Damaran, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus. Mereka tampak antusias dan gembira saat mempersiapkan kegiatan belajar yang diberi nama Market Day. Tak hanya siswa, para guru juga terlihat sibuk merapikan meja untuk siswa-siswi berjualan.
Barang yang akan dijual para siswa adalah golok-golok mentok, yang berisi beraneka ragam jajanan. Setelah menyiapkan golok-golok mentok yang dibawa para siswa, guru mengambil foto bersama untuk tiap-tiap kelas, mengabadikan momen ini. Siswa-siswi tampak telah siap dengan uang yang akan digunakan sebagai alat pembayaran.
Market Day merupakan program pembelajaran yang sesuai dengan budaya inkuiri. Di RA NU Banat telah menggunakan metode pembelajaran berbasis inkuiri sejak beberapa tahun lalu.
Fitrotul Auliyah | Guru RA NU Banat Kudus
Waktu yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba, dua hingga tiga orang siswa-siswi yang ditunjuk sebagai perwakilan kelas, diminta untuk berperan sebagai penjual. Sedangkan yang lain bersiap untuk menjadi pembeli. Siswa-siswi yang menjadi pembeli dibebaskan untuk memilih jajanan sesuka mereka. Boleh membeli dari teman sekelasnya atau dari kelas yang lain.
Baca juga: Pendidikan Karakter di Sekolah PAUD Lebih Penting dari Calistung (2)
Mereka tampak berkeliling dan melihat-lihat jajanan mana yang nantinya akan dibeli. Setelah para siswa sudah menemukan jajanan yang diinginkan, mereka melakukan pembayaran kepada temannya yang berperan sebagai penjual.
Melihat keseruan mereka, sejumlah guru yang mendampingi tampak sibuk mendokumentasikan kegiatan tersebut. Satu di antara guru yang mendampingi tak lain yakni Fitrotul Auliyah, ia menjelaskan bahwa kegiatan Market Day ini diselenggarakan unyuk mengajarkan karakteristik orang Kudus yang dikenal pandai berdagang.

