“Dulu Sunan Kudus mengajarkan semangat gusjigang, bagus, pintar mengaji, dan pandai berdagang. Ini adalah karakteristik masyarakat Kudus. Jadi tujuan Market Day ini untuk menanamkan jiwa wirausaha sejak usia dini. Dan ini sudah menjadi agenda tahunan kami,” terang kepala RA NU Banat itu.

Ia melanjutkan, siswa-siswi RA NU Banat pada hari-hari biasa tidak diperbolehkan membawa uang saku. Namun, khusus hari pelaksanaan Market Day, mereka diwajibkan membawa Rp 10 ribu untuk membeli jajanan.
Baca juga: Adik-Adik TK Santa Familia Kudus Kaget Adonan di Museum Jenang Ternyata Tiruan
Dia juga menjelaskan, golok-golok mentok adalah wadah berbentuk keranjang kecil dari anyaman bambu yang diberi cat warna-warni. Golok-golok mentok telah menjadi bagian dari tradisi masyarakat Kudus saat merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW. Saat perayaan, biasanya masyarakat membawa golok-golok mentok berisi jajan pasar untuk dibagikan.
“Sebelumnya, anak-anak kami ajarkan membuat golok-golok mentok dan menghias jajan yang sudah disediakan sekolah. Kemudian golok-golok mentok berisi jajan itulah yang mereka beli menggunakan uang Rp 10 ribu tadi. Jadi kami memperkenalkan tentang jual beli dan alat pembayaran. Dan melalui golok-golok mentok, kami juga mengenalkan budaya Kudus” jelasnya.

