BETANEWS.ID, KUDUS – Kemarau panjang dampak dari Badai El Nino mengakibatkan musim tanam pertama (MT-1) padi di Kabupaten Kudus molor. Musim tanam yang seyogyanya ditargetkan pada awal Oktober 2023 molor karena ketiadaan aliran air irigasi yang membasahi lahan sawah pertanian.
Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Perkebunan Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kudus, Agus Setiawan, mengatakan, air irigasi untuk pertanian sebenarnya sudah dialirkan dari Waduk Kedung Ombo sejak 15 September 2023. Targetnya, awal Oktober air sudah bisa masuk lahan dan petani di Kudus sudah bisa menanam padi.
“Namun, kita tahu saat ini sedang terjadi Badai El Nino. Iklim di mana kondisi curah hujan di bawah standar, sedangkan kondisi suhu meningkat, bahkan mendekati 40 derajat. Sehingga aliran air penguapannya juga tinggi, risikonya air tidak bisa masuk ke lahan,” ujar Agus saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (10/10/2023).
Baca juga: Petani Undaan Pasrah, Terpaksa Tunda MT 1 Karena Air Irigasi dari Waduk Kedung Ombo Tak Cukup
Untuk mengantisipasi hal tersebut tak terulang, pihaknya pun mulai melakukan beberapa imbauan kepada petani terkait pentingnya keberadaan sumur dangkal.
“Menyikapi dampak El Nino agar ke depan petani tetap bisa tanam padi tepat waktu, kita imbau petani untuk menyiapkan sumur dangkal. Terutama bagi para petani yang secara ekonomi mampu,” bebernya.
Dengan adanya sumur dangkal, jelasnya, lahan yang belum dapat air irigasi padahal masa tanam sudah tiba, bisa dialiri air menggunakan sumur dangkal.
“Selain sumur dangkal, kita juga imbau agar para petani punya embung-embung kecil sebagai penyimpan air. Nantinya air tersebut bisa dimanfaatkan untuk mengairi sawah di masa kemarau,” jelasnya.
Baca juga: Petani Sebut Kekeringan Tahun Ini Paling Parah, Sebabkan Irigasi Pertanian Tak Maksimal
Saat ini, pihaknya juga berusaha mengajukan bantuan sumur dangkal ke Pemerintah Pusat. Harapannya, usulan tersebut bisa terealisasi, sehingga setiap MT-1 datang tak akan molor karena susahnya air irigasi.
“Semoga bantuan sumur dangkal bisa terealisasi. Terpenting adalah bagaiamana kita menyikapi perubahan iklim ini baik El Nino maupun La Nina, karena ini tak bisa kita tolak. Kalau El Nino itu persiapannya seperti apa kalau La Nina itu seperti apa,” imbuhnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

