Berpikir kritis yang dimaksud, setelah melakukan pengamatan, akan muncul pertanyaan-pertanyaan dalam benak para siswa. Untuk menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut, maka akan muncul interaksi antara siswa dengan guru, atau dengan narasumber di tempat yang mereka kunjungi.
Kegiatan outing class ini tidak hanya akan mendorong para siswa untuk berpikir kritis, namun juga bisa mendorong mereka berpikir logis dan memahami konsep terhadap sesuatu. Selain itu, kepercaan diri para siswa juga akan muncul melalui interaksi yang terjadi, dan lebih jauh, para siswa akan menjadi pribadi yang mandiri di masa yang akan datang.
Melalui program outing class ini, para siswa dapat dengan bebas mengeksplorasi segala hal yang ia temui di luar kelas. Suasana belajar di luar kelas seperti ini tentu akan membuat mereka lebih senang, tanpa ada tekanan, dan merasa mereka sedang bermain.
Budaya Inkuiri Metode Pembelajaran ABCDE
Kepada Betanews.id, Vika Andina, Program Associate Bakti Pendidikan Djarum Foundation, pernah menjelaskan, pembelajaran berbasis budaya inkuiri bisa dilakukan melalui metode ABCDE, amati, bertanya, cari, diskusi, dan evaluasi. Melalui metode, pembelajaran tidak menitikberatkan pada pelajaran calistung. Namun, pelajaran diberikan sesuai dengan usia anak-anak, yang memang dunianya adalah bermain.




