BETANEWS.ID, KUDUS – Gunawan Prasetyo siang itu terlihat sibuk menangkup durian yang teriris secara alami dengan sebuah karet agar durian yang dijualnya tetap terjaga dan masih enak saat dimakan. Kegembiraan terpancar dari wajahnya saat pembeli berdatangan di lapak jualnya di Jalan Mayor Basuno, Desa Sunggingan, Kecamatan/Kabupaten Kudus.
Di balik kegembiraan yang ia rasakan saat ini, ada cerita menyedihkan karena sebelumnya ia pernah ditipu oleh temannya yang ingin kulakan durian kepadanya. Namun saat barang dikirim ke Kudus, temannya itu malah menghilang tidak ada kabarnya.
Baca Juga: Iseng Buat Produk dari Limbah Karung Goni, Produk Hasan Go Internasional
“Awalnya menolong ada teman yang kehabisan modal, kemudian saya bantu modal dan kirim durian ke Kudus. Namun ketika barang sampai Kudus, orangnya malah tidak ada kabarnya. Mau gak mau saya harus jual sendiri,” kata pria berusia 24 tahun tersebut.
Gunawan yang berasal dari Desa Besuki, Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek itu kemudian mendapat berkah tersendiri dari apa yang sudah ia niatkan sebelumnya untuk membantu. Menurutnya, penjualan durian yang ia rasakan selama dua pekan berjualan di Kudus sangat bagus.
“Alhamdulillah hasilnya lumayan bagus. Setiap ambil barang tiga hari sekali itu bisa mendapatkan keuntungan Rp2-3 juta. Tentu sangat bagus untuk hasilnya. Makanya sampai saat ini saya pertahankan,” tuturnya.
Ia mengatakan, masyarakat Kudus menurutnya suka jajan (konsumtif). Sehingga penjualan buah durian Trenggalek itu banyak diminati pembeli. Apalagi, dengan kualitas buah yang bagus membuat pembeli tertarik mampir. Bahkan, jika durian yang dijualnya tak layak atau tidak enak bisa ditukar.
“Ya saya garansi durian jika memang rasanya tidak enak bisa ditukarkan. Karena saya memang menjual kualitas barang. Untuk rasa durian Trenggalek ini manis dan kualitasnya bagus,” ungkapnya.
Harga untuk durian yang dijual Gunawan sangat bervariasi. Menurutnya, dipatok mulai dari Rp25 ribu hingga Rp100 ribu per biji, tergantung dari ukuran duriannya. Sebab, ada banyak ukuran durian mulai dari kecil hingga besar yang dijualnya itu.
Ia menuturkan, sebelum terjun jualan durian, ia bekerja sebagai sopir freeland ekspedisi selama empat tahun. Namun karena ia melihat teman yang melakukan pekerjaan jualan durian itu dirasa enak. Kemudian ia mencoba berjualan sendiri dengan hasilkan cuan yang banyak.
“Ini pertama kali saya berdagang. Ternyata hasilnya lebih bagus,” tuturnya.
Baca Juga: Dianggap Pekerjaan Tak Menarik, Pemuda Jepara Ini Buktikan Bisa Sukses Jadi Petani
Menurutnya, ia nekad terjun menjadi pedagang. Lantaran durian yang dibeli dari petani langsung itu ia bayar dengan uang muka terlebih dahulu. Kemudian transportasi armada yang dibuat untuk perjalanan tersebut sewa dengan sehari membayar Rp250 ribu.
“Lapak jual ini, tempatnya juga sewa mas. Jadi semuanya itu modalnya nekat. Karena kalau tidak dilakukan seperti ini kapan akan berkembang,” imbuhnya.
Editor: Haikal Rosyada

