31 C
Kudus
Kamis, Juni 13, 2024

Dianggap Pekerjaan Tak Menarik, Pemuda Jepara Ini Buktikan Bisa Sukses Jadi Petani

BETANEWS.ID, JEPARA – Menjadi seorang petani sering dianggap sebagai pekerjaan yang tidak menarik serta kurang menjanjikan dari segi penghasilan. Namun, hal tersebut tidak berlaku bagi Awang Budi Setyawan (28), petani muda Jepara asal Desa Sidigede, Kecamatan Welahan.

Lahir di keluarga yang berprofesi sebagai petani membuat Awang tertarik untuk terjun di sektor pertanian. Ia bercerita bahwa pertanian yang diterapkan orang tuanya masih berupa pertanian konvensional yang menanam padi dan jagung, serta tanaman mangga.

Namun, karena tanaman tersebut sudah banyak ditanam oleh petani dan memiliki banyak kompetitor, ia mulai berpikir untuk beralih ke tanaman lain dan memutuskan untuk menanam melon.

-Advertisement-

Baca juga: Ciptakan Pertanian Modern, Petani Muda Jepara Mendapat Apresiasi dari Ketua DPRD

“Dari orang tua basicnya petani, dan bagi anak muda sekarang bertani dianggap jadi pekerjaan yang kurang menantang serta hasilnya minim. Jadi saya ingin mencari hal baru di bidang pertanian yang hasilnya secara ekonomi bisa naik,” kata pria lulusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Universitas PGRI Semarang (Upgris) itu, Sabtu (26/8/2023).

Jenis tanaman melon yang ia tanam terdiri dari tiga jenis, yaitu Inthanon yang berasal dari Belanda, Sweetnet yang berasal dari Thailand, dan Sakata dari Jepang. Jenis Melon tersebut menurutnya memiliki jumlah peminat yang cukup tinggi di pasar lokal, tapi belum banyak ditanam oleh petani.

Dari segi harga, Melon Inthanon ia jual dengan harga Rp30 ribu per kilogram, Sweetnet Rp35 ribu per kilogram, dan Sakata Rp25 ribu per kilogram. Dalam sekali panen, dirinya bisa menghasilkan 3 ribu ton melon dari kurang lebih 2.000 batang tanaman.

Baca juga: Serunya Wisata Petik Buah Melon di Kartini Queen Green House Demak

Dalam menanam melon, ia memilih menggunakan green house. Model pertanian tersebut, menurutnya memang membutuhkan modal yang cukup tinggi. Namun, bangunan tersebut menurutnya mampu bertahan selama 5-7 tahun tergantung dari bambu yang digunakan.

Dengan estimasi masa panen buah Melon selama 3-4 kali dalam setahun. Di panen keempat dengan estimasi kegagalan tidak sampai 20 persen, menurutnya petani sudah bisa balik modal.

“Kasarannya dengan metode green house ini bisa panen sampai 20 kali lah. Nah di panen ke-empat dan seterusnya ini petani sudah bisa menikmati hasil,” jelasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

Ahmad Muhlisin
Ahmad Muhlisinhttps://betanews.id
Jurnalis Beta Media yang sebelumnya telah lama menjadi reporter dan editor di sejumlah media.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
139,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER