BETANEWS.ID, DEMAK – Kondisi air Bendung Gerak Kalijajar di Jalan Sunan Kalijaga, Botorejo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak mengalami penyusutan debit air sejak musim kemarau. Kondisi itu terjadi lantaran terdapat perbaikan jalur irigasi dari Bendung Glapan Grobogan, sehingga sementara aliran air disalurkan melalui jalur Bendung Klambu.
Koordinator Lapangan Bendung Gerak Kalijajar, Muhammad Setiarno, mengatakan elevasi air saat ini menunjukkan angka 235-240 sentimeter, sehingga hanya bisa difokuskan ke Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
“Kondisinya masih sama seperti kemarin cuman ada kenaikan elevasinya. Kalau untuk petani itu belum bisa dan masih dikhususkan untuk air baku,” katanya, Jumat (22/9/2023).
Baca juga: Bupati Demak Terjun Langsung Kirim Bantuan Air Bersih ke Desa Terdampak Kekeringan
Menurut Setiarno, petani bisa memanfaatkan air jika elevasi Bendung Gerak Kalijajar menunjukkan angka di atas 400 sentimeter. Situasi itu disesuaikan dengan gelontoran air yang disalurkan dari Rawa Pening.
“Kalau petani masih mengambil nanti kita tindak tegas. Mungkin pompanya kita sita dan kita beri arahan ke petani agar tidak mengambil air ke sawah,” tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, masa tanam padi (MT 1) di Kabupaten Demak baru dapat dilakukan seminggu setelah 15 September. Akan tetapi, dengan kondisi air yang belum maksimal, tidak memungkinkan petani mulai menggarap sawah.
Baca juga: Langganan Kekeringan, Warga Desa Raji Demak Harus Keluarkan Rp30 Ribu Sehari untuk Beli Air
Bupati Demak Eisti’anah, mengaku akan mengevaluasi kembali mengenai waktu dimulainya MT 1 di Demak, serta berkoodinasi dengan Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana untuk mengkaji permasalahan tersebut.
“Semoga kita berdoa bersama bisa turun hujan lagi, sehingga masyarakat petani ini bisa melakukan MT 1 dengan maksimal,” pungkasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

