Goa Sakti, Destinasi Wisata Alam di Jepara yang Sering Jadi Jujugan Pertapa

BETANEWS.ID, JEPARA – Beberapa orang terlihat sedang duduk di sekitar pohon-pohon besar di dalam area Objek Wisata Goa Sakti di Desa Plajan, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara. Rindangnya pepohonan seperti membawa kesegaran pada pengunjung untuk bertah berlama-lama di tempat tersebut.

Dari beberapa pengunjung itu, ada pula yang mencoba masuk ke dalam kawasan goa yang terkenal sebagai tempat bertapa itu. Objek wisata ini memang sudah masyhur di kalangan orang-orang yang punya hajat khusus. Meski begitu, banyak juga warga umum yang sekedar ingin menikmati liburan di tempat tersebut.

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Plajan, Hasan Fahmi, menjelaskan, sebelum pandemi, wisata alam tersebut menjadi salah satu jujugan pengunjung saat berada di Plajan. Setelah vakum selama tiga, tahun Pemerintah Desa (Pemdes) kini mulai menata kembali tempat tersebut.

-Advertisement-

Baca juga: Bendung Bakalan Hilir Jepara, Destinasi Hits yang Asyik untuk Bersantai di Sore Hari

“Dulu pas ramai-ramainya, ya hari Jumat, Sabtu, dan Minggu. Wisata alam yang termasuk banyak dikunjungi ya ini, di Goa Sakti kalau di Daerah Plajan,” katanya pada Betanews.id, Sabtu (5/8/2023).

Menurutnya, tempat itu punya daya tarik goa yang di tengahnya terdapat batu yang bisa jadi tempat duduk. Suasana alamnya makin paripurna dengan adanya sumber mata air dan pepohonan yang rindang.

Namun, menurut Hasan, karena saat ini sedang musim kemarau, daun dari pepohonan yang ada di area Goa tersebut banyak yang rontok.

“Kalau musim hujan airnya juga banyak, bisa digunakan buat main ban, buat wisata anak-anak. Tapi karena musim kemarau ini kan airnya mengecil karena digunakan buat pengairan di sawah-sawah,” katanya.

Selain menyimpan keindahan panorama alam, Goa Sakti juga sering digunakan sebagai tempat bertapa bagi orang-orang yang menurut Hasan sedang mencari wangsit.

Baca juga: Pantai Pasir Putih di Jepara Ini Jadi Tempat Favorit Anak Senja Lho, Kamu Sudah Pernah ke Sini?

“Dulu waktu ramai-ramainya nomor (judi) juga banyak orang yang ke sini. Tapi sekarang memang diarahkan sebagai wisata alam, cuma kalau malam kan tetep mistis,” ujarnya.

Salah satu pengunjung, Arbikatus Salamah (40), bercerita bahwa ia sering berkunjung ke tempat tersebut, meskipun panorama alam yang disajikan sudah mulai berubah karena sedang musim kemarau. Ia mengaku senang dapat ke tempat tersebut karena suasana alamnya bisa digunakan sebagai tempat untuk mencari ketenangan.

“Iya akar-akarnya itu biasanya banyak jadi bisa buat main. Di dalam guanya itu juga biasanya ada airnya, bisa masuk juga ke dalam guanya,” ujarnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER