BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang wanita tampak merangkai buket di sebuah rumah, Dukuh Pangkrengan RT RW 2, Desa Bulung Kulon, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus. Siang itu, ia terlihat sedang membuat buket bunga dengan berbagai ornamen, termasuk boneka. Dia adalah Alfa Nailul, pemilik Alfaaboucet store.
Sehari-hari, Alfa memang banyak menghabiskan waktunya untuk membuat buket. Mengingat, usaha itu menjadi jalan satu-satunya untuk mencari rezeki setelah lulus kuliah.

Alfa mengungkapkan, modal awal mendirikan usaha ini dari tabungan uang saku dan meminjam orang tuanya. Saat awal-awal, ia juga banyak dibantu oleh teman-temannya untuk promosi.
Baca juga: Cerita Fifi Nekat Rintis Bisnis Buket Modal Rp10 Ribu yang Kini Makin Moncer
“Pada awal pemasarannya itu dibantu oleh teman-teman. Setelah semakin banyak respon positif, kemudian mulai merambah di sosmed dengan membuat akun Instagram. Setelah akun itu ada, orderannya pun makin tambah pesat, bahkan saat ini akan segera buka toko sendiri,” ungkapnya saat ditemui, beberapa waktu lalu itu.
Di Alfaaboucet.store, Alfa menerima berbagai macam jenis buket, mulai dari buket snack, buket uang, buket jilbab, buket boneka, sampai buket bunga palsu dari yang kualitas premium dan nonpremium. Selain itu ada juga hampers.
“Dari sekian banyak yang tersedia, yang paling banyak orderan yakni buket snack,” beber dia.
Baca juga: Dari Hobi Jadi Ladang Rezeki, Inilah Kisah Fatica Rintis Usaha Buket Faa_Florist
Menurutnya, harga yang ditawarkan cukup bervariasi, mulai dari Rp35 ribu. Selain itu, pelanggan pun juga bisa request untuk kertas buket hingga isian buketnya. Dari usaha buket premium ini, Alfa bisa raup omzet sekitar 500 hingga 1 jutaan per bulan.
“Untuk pemesanannya minimal 7 sampai 2 hari sebelum hari H-nya, karena nanti akan masuk antrean juga. Kalau pas lagi ramai sehari bisa produksi hingga 5 buket,” ungkapnya.
Jika tertarik ingin memesan, bisa order di Alfaabouquet.store dengan sistem open PO (Pre Order) atau bisa melalui IG @Alfaabouquet.store dan WhatsApp di 0814-6682-7241.
Penulis: Mohammad Noval Azka, Mahasiswa PPL IAIN Kudus
Editor: Ahmad Muhlisin

