BETANEWS.ID, KUDUS – Pernak-pernik bahan buket terlihat berserakan di sebuah ruang tamu yang berada di Desa Menawan, Kecamatan Gebog, Kudus. Di ruangan itu, tampak seorang perempuan dengan terampil menyusun lembaran uang kertas yang ditempel pada stik bambu. Setelah tertempel rapi, stik bambu tersebut kemudian ditancapkan ke busa yang sudah dihias dengan kertas warna-warni.
Perempuan kreatif itu tak lain adalah Fatica Aulia (23), pemilik Buket Faa_Florist. Sambil menyusun buket, Fatica sapaan akrabnya, bercerita tentang awal mula mendirikan Buket Faa_Florist. Sejak kecil, ia memang sudah suka membuat kerajinan tangan. Berbekal tangan terampilnya itu, Fatica sering kali membuat buket untuk teman-temannya.
“Awalnya buat buket untuk tak kasih ke kakak tingkat yang sudah selesai seminar proposal atau skripsi. Saat itu, saya masih kuliah semester tujuh di Universitas Muria Kudus (UMK). Karena sering membuat buket, lalu kakak memberi saran untuk dijadikan lahan bisnis,” ungkapnya.
Baca juga: Bukan Bunga atau Snack, Buket Balon Ini Rupanya Sedang Hits di Kalangan Anak Muda Lho
Diawal menjalankan usahanya itu, Fatica langsung menerima pesanan segala jenis buket, mulai dari buket snack, kopi, rokok, dan bunga. Meski pesanan langsung banyak berdatangan, tapi Fatica tidak mendapat untung karena menjual dengan harga yang terlalu murah.
“Awalnya untuk buket snack aku jual Rp30 ribuan aja, ternyata tidak mendapatkan untung. Tapi dari sana saya belajar untuk menentukan harga,” jelasnya.
Ia juga bercerita, di awal tahun membuka Faa_Florist, dirinya mangaku sangat sibuk. Selain menerima banyak pesanan, ia juga harus menyelesaikan skripsi. Fatica mengaku harus pandai membagi waktu antara mengerjakan revisi skripsi dan menyelesaikan pesanan buket.
“Waktu skripsian itu malah pesanan lancar, jadi ya harus lembur. Tapi setelah skripsi selesai aku close order selama sebulan untuk persiapan sidang dan pemberkasan wisuda,” ucap alumni UMK Jurusan Manajemen itu.
Baca juga: Bawa Rp15 Ribu ke Nailin Handycraft Sudah Dapat Buket Cantik untuk Orang Tersayang Lho
Karena harus memutar omzet untuk dijadikan modal dan pengembangan, Fatica mengaku belum merasakan buah manis di tahun pertama bisninya itu. Meski demikian, ia tetap semangat dan optimis usahanya bisa berkembang.
Buah manis usaha Fatica akhirnya datang di tahun ke dua. Pelanggan Faa_Florist semakin meningkat, mulai dari teman-teman hingga follower Instagram banyak yang memesan buket.
“Alhamdulillah orderan tiba-tiba melesat drastis di tahun ke dua ini. Bersamaan dengan musim nikah, wisuda sekolah, dan wisuda kampus. Kalau sekarang cari untung satu juta per bulan ya bisa lah,” katanya sambil tersenyum.
Mengingat lokasi rumahnya yang jauh dari pusat keramaian, Fatica berencana mencari lokasi strategis untuk membuka toko. Hal itu akan ia lakukan demi mengembangkan Faa_Florist yang menurutnya kini sudah semakin di kenal.
Penulis: Rinto Febrilian, Mahasiswa Magang UMK
Editor: Ahmad Rosyidi

