BETANEWS.ID, KUDUS – Pernak-pernik bahan buket terlihat terjajar rapi di sebuah ruang tamu yang berada di Desa Besito RT 03 RW 05, Kecamatan Gebog, Kudus. Di ruangan itu, tampak seorang perempuan dengan terampil menyusun tangkai demi tangkai bunga imitasi yang ditempel pada stik bambu. Setelah tertempel rapi, stik bambu tersebut kemudian ditancapkan ke busa yang sudah dihias dengan kertas warna-warni. Perempuan kreatif itu tak lain adalah Luthfi Alif Tiyani (22), owner kadodia.id.
Wanita yang akrab disapa Fifi itu merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Tantenya yang merupakan penata baki lamaran, menjadikan ia termotivasi untuk membangun bisnis kerajinan tangan sejak 2019.

“Sejak kelas 6 SD dulu, sudah membuat bros dengan tante saya,” ungkapnya saat ditemui beberapa waktu lalu.
Baca juga: Dari Hobi Jadi Ladang Rezeki, Inilah Kisah Fatica Rintis Usaha Buket Faa_Florist
Awalnya, Fifi membuka usaha untuk memenuhi tugas mata kuliah kewirausahaan yang diberikan dosennya. Namun, karena merasa candu dengan keuntungannya, akhirnya memutuskan untuk mengembangkan usaha walaupun hanya bermodalkan Rp10 ribu.
“Dulunya diberikan tugas kewirausahaan, dengan modal Rp10 ribu, terus nekat membuka usaha olshop (online shop), rasanya prospeknya menguntungkan, jadi mencoba mengembangkan,” jelasnya.
Di tempatnya, Fifi menjual produk buket dan giftbox untuk kado wisuda, ulang tahun maupun hanya sebagai ucapan rasa kasih sayang kepada orang lain. Ia menjelaskan, kenggulan produk kadodia.id adalah pemesan bebas menentukan harga dan finishing–nya dijamin berkualitas.
“Di sini bebas memilih harga buket, mulai Rp35 ribu. Jadi kastemer bisa menyesuaikan kantongnya,” imbuhnya.
Baca juga: Bukan Bunga atau Snack, Buket Balon Ini Rupanya Sedang Hits di Kalangan Anak Muda Lho
Menurut Fifi, target market dari kadodia.id adalah usia 16-25 tahun. Maka dari itu, barang yang best seller yaitu buket snack yang dapat dinikmati bersama teman-teman.
“Sekarang SD pun ada yang pesan, buat guru-gurunya. Tapi dominan yang pesan dari anak SMA dan kuliahan, untuk wisuda gitu,” tutupnya.
Penulis: Alfiyan Chasanul Muna, Mahasiswa PPL IAIN Kudus
Editor: Ahmad Muhlisin

