31 C
Kudus
Jumat, Februari 13, 2026

Mie Ayam Pandu di Langon Jepara Ini Harganya Cuma Rp8 Ribu, Sudah Ramai Sejak 1997

BETANEWS.ID, JEPARA – Saat memasuki jam makan siang, Warung Mie Ayam Pandu yang berada di Jalan Sultan Hadlirin, Desa Langon, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara selalu ramai pembeli. Mereka silih berganti menikmati semangkuk mi ayam yang sudah buka sejak 1997.

Joko Sulistiono (45) atau biasa dipanggil Pandu, pemilik dari dari warung Mie Ayam Pandu, bercerita bahwa sejak 1992 ia sudah ikut saudaranya untuk berjualan mi ayam di Desa Ngabul. Setelah lima tahun berjalan, ia kemudian memberanikan diri untuk membuka warung mi ayamnya sendiri.

Beberapa pembeli sedang menikmati mie ayam di warung milik Pandu. Foto: Umi Nurfaizah

“Kalau mulai jualannya dari 1997, dari awalnya dulu ikut saudara waktu lulus SD tahun 1992. Awalnya dulu warungnya nggak di sini, tapi di depan warung yang sekarang jualan nasi itu,” kata pria asal Sragen tersebut pada Betanews.id, Rabu (19/7/2023).

-Advertisement-

Baca juga: Mi Ayam Mangkuk Pangsit Ini Punya Banyak Varian Rasa yang Susah Ditemukan di Tempat Lain

Ia kemudian menambahkan bahwa saat pertama kali berjualan, harga mi ayamnya masih Rp600 per porsi. Harga tersebut kemudian naik dua kali lipat menjadi Rp1.200 per porsi pada saat terjadinya krisis moneter di 1998.

Seiring berjalannya waktu, harga mi ayamnya juga terus bertambah dari yang tadinya Rp600, Rp1.200, kemudian Rp2.500 sampai dengan sekarang Rp8 ribu per porsi.

“Harganya masih murah meriah kalo ini, Rp8 ribu per porsi ditambah es teh jadi Rp11 ribu. Saya juga masih menangi harga mi ayam dulu cuma Rp600, kemudian naik, naik, sampai sekarang,” tambahnya.

Pandu juga menjual makanan pelengkap berupa ceker, kepala, dan sayap ayam serta sate telur puyuh yang dijual dengan harga Rp3 ribu per tusuk. Para pembelinya, menurut Pandu justru kebanyakan bukan dari daerah Langon sendiri.

Baca juga: Ide Unik Jualan Mi Ayam Wajan Bikin Erlyani Kebanjiran Cuan

“Yang beli malah dari jauh-jauh, kan kebanyakan orang kerja, jalan-jalan terus mampir ke sini. Yang orang sini sendiri malah jarang,” ungkap Pandu.

Ia kemudian menambahhkan bahwa dalam sehari ia mampu menjual 150-160 porsi mi ayam. Mi tersebut dapat dinikmati mulai pukul 11.00-17.30 WIB.

“Kalau ramainya memang pas jam makan siang sampai sore, sekitar jam setengah empat,” katanya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER