BETANEWS.ID, DEMAK – Siang itu, Erlyani Nur Aeni (25) dan suaminya tampak sibuk melayani pembeli. Usaha mi ayam wajan yang baru saja ia buka beberapa minggu lalu itu, memang menarik perhatian dan penasaran pembeli untuk mencobanya.
Ruko yang berada di depan SMA Negeri 2 Demak, Jalan Raya Demak-Kudus No 182, Tanubayan, Bintoro, Kecamatan/Kabupaten Demak merupakan cabang kedua milik Erlyani. Sebelumnya, ia membantu usaha ayahnya yang ada di Genuk Semarang.

“Alhamdulillah ini cabang kedua, yang pertama itu ikut bapak di Genuk Semarang. Di sana juga ramai,” kata warga asli Grobogan itu, Sabtu (24/6/2023).
Baca juga: Mi Ayam Wajan yang Viral di Demak Ini Sehari Laku Ratusan Porsi
Dalam bisnis itu, Erlyani mencoba menghadirkan sensasi baru untuk pelanggannya di Demak. Menurutnya, jika menggunakan wajan, panas kuah kaldu mi akan lebih awet daripada disajikan dengan mangkuk.
“Selain karena sensai makan di wajan, kalau kata orang-orang yang coba rasanya juga beda. Apalagi bumbunya yang mantap,” imbuhnya.
Tidak hanya itu, harga mi ayam wajan yang dijual juga relatif murah. Untuk per porsinya ia patok mulai Rp10-18 ribu. Ia mengaku dalam sehari dapat menghabiskan ratusan porsi.
“Ada mi ayam kuah, ceker, kepala, mi ayam bakso. Baksonya juga bermacam-macam, ada bakso kecil, bakso urat, bakso beranak, dan bakso mercon. Harganya terjangkau murah sekali,” sebutnya.
Baca juga: Pernah Hidup Susah Jadi Inspirasi Nawa Buka Warung yang Harganya Sangat Merakyat
Menjadi pengusaha kuliner, tentunya memiliki ketelatenan dan kesabaran dalam mengembangkannya. Bagi Erlyani kunci kesuksesannya karena konsisten menjaga kelezaran rasa.
“Sebelum buka survei dulu di pasaran bagaimana, hasilnya sedikit tidak apa-apa yang penting jangka panjang. Kalau hanya mengandalkan viral kan paling beberapa minggu saja sudah sepi, jadi rasa itu penting,” pungkasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

