BETANEWS.ID, KUDUS – Eksploitasi air tanah di Kabupaten Kudus secara masif terus dilakukan. Kondisi ini berbanding lurus dengan target pajaknya yang besar yakni mencapai Rp4,2 miliar pada 2023.
Target pajak tersebut merupakan terbesar kelima di Kabupaten Kudus, setelah Pajak Penerangan Jalan Dihasilkan Sendiri, Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)-Pemindahan Hak, dan Pajak Restoran.
Kepala Bidang (Kabid) Pendapatan pada Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah (BPPKAD) Kudus, Pudjiastuti Setijaningrum, mengatakan, hingga pertengahan 2023 terdapat 532 wajib pajak air tanah. Jumlah tersebut dari tahun ke tahun mengalami kenaikan, meski tidak signifikan.
Baca juga: Baru Pertengahan Tahun, Realisasi Pajak Parkir dan Hiburan Kudus Lampaui Target
“Jumlah pemanfaatan air tanah di Kabupaten Kudus bisa dikatakan banyak. Pasalnya, jumlah tersebut belum termasuk sumur rumah tangga,” ujar Ning saat ditemui di ruang kerjanya, belum lama ini.
Ning mengungkapkan, pemanfaatan air tanah yang dipajaki di Kudus, antara lain, perusahaan-perusahaan besar yang membuat sumur untuk kepentingan karyawan maupun produksi, perusahaan air kemasan, hotel, restoran, dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
“Intinya yang memanfaatkan air tanah untuk komersial itu kita pajaki. Ketika ada perusahaan baru, hotel baru, restoran, SPBU dan membuat sumut untuk memanfaatkan air tanah, berarti objek pajak air tanah akan bertambah,” jelasnya.
Sementara untuk penghitungan pajak air tanah, lanjut Ning, adalah air yang dieksploitasi. Misal sumur tersebut mengeluarkan sekian kubik air dalam sebulan, maka itu yang dikenai pajak.
Baca juga: Hingga Juni, Realisasi Penerimaan Pajak di Kudus Capai Rp76,9 Miliar
“Jadi yang kami kenakan pajak adalah volume air yang diambil,” beber Ning.
Ning mengatakan, pajak air tanah Kabupaten Kudus tahun 2023 ditarget sebesar Rp4,2 miliar. Hingga 20 Juni di tahun yang sama, realisasinya sudah tercapai Rp1,9 miliar.
“Realisasi itu setara 45,31 persen. Capaian tersebut sudah sesuai yang ditargetkan. Oleh karenanya kami optimis, target Rp4,2 miliar bisa tercapai di akhir tahun,” ungkapnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

