31 C
Kudus
Minggu, Juli 21, 2024

Hingga Juni, Realisasi Penerimaan Pajak di Kudus Capai Rp76,9 Miliar

BETANEWS.ID, KUDUS – Penerimaan pajak daerah Kabupaten Kudus tahun 2023 ditarget kurang lebih Rp172,5 miliar. Target tersebut naik Rp15,5 miliar dari tahun sebelumnya sebesar Rp157 miliar.

Kepala Bidang (Kabid) Pendapatan pada Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Kudus, Pudjiastuti Setijaningrum, mengatakan, meski terjadi peningkatan target, tapi realisasi pendapatan pajak daerah Kabupaten Kudus di semester pertama cukup positif.

“Hingga 20 Juni 2023, realisasi pendapatan pajak daerah Kudus sudah tercapai kurang lebih Rp76,9 miliar dari target Rp172,5 miliar. Jika dikonversi persen, setara dengan 44,63 persen,” ujar Ning saat ditemui di ruang kerjanya, belum lama ini.

-Advertisement-

Baca juga: Banyak Kendaraan Plat Merah di Kudus Disebut Menunggak Pajak

Menurut Ning, dari 10 jenis pajak, ada tiga yang ditarget paling tinggi, yaitu pajak penerangan jalan dihasilkan sendiri sebesar Rp62,8 miliar, Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebesar Rp44,6 miliar dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) atau pemindahan hak sebesar Rp42,6 miliar.

“Dari tiga jenis penerimaan pajak tersebut, pajak penerangan jalan dan BPHTB atau pemindahan realisasinya sudah 48 persen. Sementara realisasi PBBP2 masih 27,45 persen,” ungkapnya.

Masih rendahnya realisasi PBBP2, jelas Ning, dikarenakan pajak tersebut adalah pajak tahunan yang jatuh temponya pada 31 Agustus. Sementara Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) baru didistribusikan Maret.

“Namun, kami optimis di akhir Agustus 2023 nanti realisasi pendapatan dari PBBP2 bisa tercapai,” tegasnya.

Baca juga: DPRD Kudus Godok Ranperda yang Bebaskan Warga Miskin Bayar Pajak

Selain tiga jenis pajak tersebut, lanjutnya, kemudian ada pajak restoran yang penerimaannya ditarget Rp11,4 miliar, pajak air dan tanah sebesar Rp4,2 miliar, pajak reklame sebesar Rp3,8 miliar, pajak hotel sebesar Rp2,4 miliar, dan pajak hiburan sebesar Rp234 juta.

“Kemudian ada pajak parkir sebesar Rp184 juta serta pajak sarang burung walet sebesar Rp9,5 juta,” rincinya.

Ning mengungkapkan, ada beberapa upaya agar target realisasi penerimaan pajak bisa tercapai di akhir tahun. Satu di antaranya adalah blusukan ke desa-desa untuk mengingatkan kepada warga agar taat membayar pajak.

“Kemarin kita monitoring ke desa-desa, mengingatkan warga agar membayar pajak sebelum jatuh tempo. Kami optimis, target bisa tercapai,” imbuhnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER