BETANEWS.ID, DEMAK – Solehah (45) tampak sibuk menata makanan untuk pembeli di warungnya yang berada di Desa Morodemak, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak. Di lapak yang ia dirikan di depan rumah milik warga itu, ia menyediakan makanan ringan, bubur, jajan tradisional, hingga makanan berat.
Solehah mulai melayani pembeli pada pukul 11.00 WIB. Salah satu yang banyak dicari pembeli di warungnya itu adalah puli klenyam yang telah ia jual sejak masih berstatus pengantin baru.
Puli klenyam memiliki isian yang terdiri dari puli yang terbuat dari nasi yang dimasak lunak, kemudian diberi kuah santan dan diberi tambahan sambal kering dan rambak. Kuliner ini biasanya disajikan untuk sarapan atau makanan sehari-hari.
Baca juga: Puli Klenyam, Kuliner Demak yang Bikin Kangen Warga Perantauan Saat Pulang Kampung
“Puli klenyam itu biasanya dijual untuk sarapan pagi, tapi juga ada yang dibuat untuk makan siang. Tergantung selera,” katanya pada betanews.id, Sabtu (10/6/2023).
Mengandalkan pemasukan dari berjualan makanan, Solehah mengaku bersyukur untuk bisa mencukupi anak semata wayangnya. Semenjak suaminya meninggal 11 tahun lalu, ia hidup menjadi orang tua tunggal.
“Suami saya dulu nelayan, sekarang tinggal saya yang cari uang untuk anak saya satu-satunya. Alhamdulillah dari hasil dagang cukup untuk kebutuhan sehari-hari,” terangnya.
Baca juga: Enggan Putus Asa Saat Gagal Usaha, Keberuntungan Mahfudz Kini Berada di Usaha Dawet yang Laku Keras
Hidup di tengah rob, ia mengaku tidak menjadi halangan untuk dirinya berhenti bekerja. Meskipun air limpasan laut mulai meninggi dan menggenangi lapaknya, Solehah masih tetap membuka lapak dagangannya.
“Ya begini lah kondisinya. Kalau airnya tinggi tidak jadi masalah mau jualan atau tidak. Karena ini (rob) kan tidak bisa diprediksi,” pungkasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

