31 C
Kudus
Rabu, Februari 11, 2026

Dewan Dorong Kudus Gunakan Sistem Smart Traffic Light di Persimpangan

BETANEWS.ID, KUDUS – Anggota Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus, Rony Agus Santosa menyoroti lampu lampu merah yang teknologinya sudah usang. Oleh karenanya, ia mendesak agar di Kota Kretek sudah menggunakan sistem smart traffic light.

Dia mengatakan, sistem traffic light smart durasi nyala lampu merah dan hijau itu tidak sama, tapi otomatis menyesuaikan kepadatan kendaraan. Ketika lalu lintas padat kendaraan, maka nyala lampu hijau bisa lebih lama.

“Begitu juga sebaliknya. Ketika kendaraan tidak banyak, otomatis nyala lampu hijaunya juga tidak lama. Sehingga meminimalisir adanya penumpukan kendaraan di lampu merah,” ujar pria yang akrab disapa Rony kepada Betanews.id saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (22/5/2023).

-Advertisement-

Baca juga: DPRD Kudus Soroti Persoalan Sampah Hingga Kecilnya Serapan Anggaran di Sidang Paripurna LKPJ 2022

Pria yang juga Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut mengatakan, bahwa sistem durasi nyala lampu merah yang ada saat ini tak jarang menibulkan kemacetan. Pasalnya, durasi nyala lampu merah dan hijau itu dibikin sama, tanpa melihat kepadatan lalu lintas.

“Seperti yang di simpang Pentol itu ada tulisan evaluasi lampu traffic light, itu nyala lampu kan dibikin lama. Tapi terkadang malah menimbulkan kemacetan,” tandasnya.

Ia mengaku, bahwa Komisi C DPRD Kudus sudah membicarakan smart traffic light kepada dinas terkait, dalam hal ini Dinas Perhubungan (Dishub) Kudus. Rencananya, simpang Jember akan dijadikan pilot projek smart traffic light.

“Perempatan Jember itu lalu lintasnya sangat padat. Terutama saat pagi ketika jam masuk sekolah berbarengan dengan karyawan masuk kerja. Di situ sering terjadi kekacauan lalu lintas, sehingga cocok untuk pilot project smart traffic light,” ungkapnya.

Baca juga: Niatnya Ingin Menyidak Pengolahan Sampah di PT Djarum, Anggota DPRD Kudus Malah Dibuat Kagum

Namun, ungkap Rony, untuk mewujudkan smart traffic light butuh anggaran yang cukup besar. Beberapa hari lalu ketika rapat koordinasi, kepala Dishub Kudus menyampaikan anggaran untuk smart traffic light kurang lebih sebesar Rp 1 miliar.

“Anggaran Rp 1 miliar itu untuk semua untuk traffic light yang ada di Kudus. Kami pun mendorong, agar secepatnya smart traffic light bisa diterapkan di Kudus,” imbuhnya.

Editor: Suwoko

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER