BETANEWS.ID, KUDUS – Muhammad Rizka (39) pagi itu tampak mengecek tunas baru yang tumbuh pada pohon melon yang ia rawat. Saat ada tunas baru kemudian ia gunting agar tidak memnganggu pertumbuhan melon di lokasi green house yang merupakan program ketahanan pangan dari Pemdes Desa Langgardalem, Kecamatan/Kabupaten Kudus.
Seusai melalukan aktivitasnya, Rizka kemudian sudi berbagi tips cara merawat melon hidroponik dengan benar. Ia mengatakan, setiap hari harus selalu melakukan pengecekan suhu ruang di dalam green house dan mengecek nutrisi pH air yang masuk ke dalam tumbuhan melon yang ditanam. Supaya pertumbuhan tanaman melon tersebut bisa tumbuh dan berkembang dengan baik.
Baca juga: BUMDes Rejosari Kudus Kembangkan Agrowisata Melon Hidroponik
“Kemudian selalu lakukan penyemprotan pestisida dan fungisida secara rutin setiap seminggu sekali. Untuk pestisida ini ada dua macam katakanlah pestisida a dan b. Caranya misalkan kita menyemprot pestisida a Hari Senin kemudian fungisida disemprotkan pada Hari Kamis. Selanjutnya Hari Senin lagi dilanjut pestisida b,” ungkapnya, Selasa (2/5/2023).
Selain melakukan pengecekan pH air setiap harinya, pihaknya juga menunggu bakal buah yang akan tumbuh. Setidaknya membutuhkan waktu antara satu hingga satu setengah bulan bakal buah akan muncul. Langkah berikutnya, Rizka mengawinkan sendiri bakal buah tersebut lantaran green house ditutup secara rapat, sehingga tidak ada serangga yang masuk dan membuahi serbuk bunga yang bisa tumbuh buah.
“Kita seperti merawat bayi kalau memang mau menghasilkan buah yang bagus pada melon ini. Karena apa, kita harus mengawinkan sendiri tunas buah dan serbuk agar bisa menjadi melon,” tutur pria yang juga menjabat ketua RT 3 RW 1 itu.
Cara mengawinkannya, kata Rizka, tidak lebih dari pukul 9.00 WIB. Sebab jika dilakukan lebih dari jam tersebut, bisa dipastikan tidak bisa berbuah. Menurutnya, waktu yang paling tepat mulai pukul 6.00 WIB sampai pukul 9.00 WIB. Hal sama juga dilakukan saat menggunting tunas baru yang akan muncul dan pengecekan nutrisi pH airnya.
Baca juga: Laguna Greenhouse, Terapkan Milenial Farming Dalam Budidaya Melon untuk Hasil yang Istimewa
“Untuk antisipasi gagal berbuah, satu pohon kawinkan 4 tunas. Kemudian ditunggu dua hari lihat perkembangannya, diambil dua buah yang paling bagus ukurannya, lalu dua lainnya dibuang. Tunggu tiga hari lagi, dari dua buah tadi pilih yang paling bagus ukurannya, yang satu dibuang. Karena kita hanya fokuskan satu pohon satu buah, agar hasilnya bagus,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, melon yang di kelola Kelompok Usaha Bersama (KUB) itu berjenis sweet net. Menurutnya, jenis tersebut merupakan jenis impor dari Vietnam yang harganya agak mahal dan banyak dicari pembeli. Jenis ini hanya membutuhkan selama kurang lebih dua bulan bisa dipanen.
“Bentuknya lonjong, dengan kulit melon berwarna hijau, isi berwarna oranye, dan rasanya tidak perlu ditanyakan lagi. Yang pasti manis dan segar. Jenis ini juga bisa diprediksi, jika kulit ada banyak uratnya atau garisnya, bisa dipastikan lebih manis, dari pada melon yang tidak mempunyai urat atau garis,” imbuhnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

